Breaking News:

Liga 1

Kerap Ikuti Fun Football, Gelandang PSIS David Maulana Tegas Tolak Undangan Tarkam, Ini Alasannya

Masih vakumnya kompetisi sepakbola nasional membuat hampir seluruh klub peserta utamanya Liga 1 meliburkan latihan.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA
Septian David Maulana saat menjalani latihan bersama PSIS Semarang di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (11/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masih vakumnya kompetisi sepakbola nasional membuat hampir seluruh klub peserta kompetisi utamanya Liga 1 meliburkan latihan.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan para pemain kembali ke kampung halaman atau bahkan negara masing-masing.

Selama di kampung halaman masing-masing, banyak pemain menjalani kegiatan fun football di kampung halaman masing-masing.

Mereka bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta bola yang menyelenggarakan kegiatan sepakbola.

Hal tersebut turut dirasakan gelandang serang PSIS Semarang, Septian David Maulana. Ia beberapa kali mengikuti kegiatan fun football.

Namun begitu, bila ada tawaran mengikuti kegiatan atau turnamen tarkam, secara tegas David menolak.

"Kalau main tarkam saya sudah tidak pernah lagi, karena bayaran tidak seberapa tapi resikonya tinggi. Malah membahayakan bagi pemain juga kalau cedera," kata David.

Ia menyebut, sebetulnya ia cukup banyak mendapat tawaran bermain tarkam yang sering diputar di beberapa daerah.

"Saya pernah ditawari tapi saya tidak berkenan, rawan kalau cedera. Kalau laga amal masih saya pertimbangkan," ucap pemain kelahiran 2 September 1996 tersebut.

Soal mengikuti kegiatan fun football, David mengaku masih mau mrngikuti kegiatan tersebut. Selain bersilaturahmi, ia juga mengaku ingin menyenangkan warga.

Dalam beberapa kesempatan, mantan penggawa Timnas U-23 tersebut mengikuti sejumlah kegiatan fun football di Stadion Citarum, Semarang.

Bukan hanya David, sejumlah pemain-pemain PSIS lain seperti Muhammad Rio Saputro, Hari Nur Yulianto, dan Joko Ribowo kerap menampakkan diri di Stadion Citarum mengikuti kegiatan fun football.

"Kalau diajak seperti fun game di daerah-daerah masih bisa saya pertimbangkan. Bagi saya lebih ke ingin menyenangkan warga, yang mungkin ingin mengajak foto bareng dan sebagainya," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved