Breaking News:

Berita Pekalongan

10 Pasien yang Berada di Selasar RSUD Kajen, Dua Meninggal Dunia

Sepuluh pasien probable atau pasien dalam pengawasan yang dirawat di selasar RSUD Kajen kini tinggal tujuh pasien.

Tribunnews
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sepuluh pasien probable atau pasien dalam pengawasan yang dirawat di selasar RSUD Kajen kini tinggal tujuh pasien. Dua pasien meninggal dunia dan satu orang diminta isolasi mandiri.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur RSUD Kajen dr Amrozi saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (14/12/2020).

"Sampai hari ini masih ada 7 pasien di selasar. Awalnya sepuluh pasien. Dua pasien meninggal dunia dan satu orang sudah membaik lalu dipulangkan untuk isolasi mandiri," kata Direktur RSUD Kajen dr Amrozi.

Menurutnya, dengan keadaan seperti ini pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) juga masih ditutup sementara dan hanya untuk melayani pasien kecelakaan.

RSUD Kajen kini hanya akan menerima pasien covid-19 yang memiliki penyakit pemberat (komorbit).

"Yang tidak memiliki komorbit kami sarankan isolasi mandiri saja. Karena di sini memang sudah penuh. Sampai ada yang dirawat di selasar begini," ujarnya.

Amrozi menambahkan, pihaknya kini memberi sekat-sekat sederhana untuk pasien yang dirawat di selasar.

"Nanti kalau pasien di ruang isolasi sudah pulang, pasien di selasar ini akan kami pindahkan ke sana," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk pasien positif COVID-19 dan problabe atau pasien dalam pengawasan di Kabupaten Pekalongan pun sudah penuh. Akibatnya, pasien problabe terpaksa dirawat di selasar rumah sakit.

"Betul mas, karena ruang isolasi dan problabe di RSUD Kajen akhirnya pasien di taruh di selasar IGD," kata Direktur RSUD Kajen dr Amrozi saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (12/12/2020) sore.

Menurutnya ada 10 pasien yang diletakan di luar atau di selasar rumah sakit. "10 pasien itu problabe semua, yang jelas kamar penuh semua, sehingga kita tidak bisa memasukan ke bangsal atau ruang isolasi. Kalau ini dipaksa mau ditaruh dimana. Tempat tidur tambahan sudah habis," ujarnya.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. "Di IGD ada cuman ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan," ungkapnya. (*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved