Breaking News:

Penanganan Corona

Epidemiolog Sebut Ada 3 Syarat Sebelum Vaksinasi, Indonesia Belum Memenuhi

Meski demikian, pemerintah belum bisa langsung menyuntikkan vaksin virus corona tersebut.

dok.ist/via tribun padang
Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai dari perusahaan asal China Sinovac pekan lalu.

Selain itu, akan ada 1,8 juta dosis vaksin siap pakai lain yang tiba pada Januari 2021 mendatang.

Meski demikian, pemerintah belum bisa langsung menyuntikkan vaksin virus corona tersebut.

Baca juga: Inilah Sosok Zulkarnaen Teroris Bom Bali I Ditangkap Densus 88 Setelah 18 Tahun Buron

Baca juga: Kecelakaan di Tol Pekalongan, Mobil Livina Alami Aquaplaning Tak Lama Kemudian Tabrak Pembatas

Baca juga: Polisi Tetapkan Tersangka Ketua Panitia Turnamen Sepakbola Tarkam, Kapolsek AKP Kasmuri Dimutasi

Baca juga: Hilang Selepas Isya, Wanita Ini Ditemukan Tewas di Pantai Rowosari Kendal

Sebab proses vaksinasi harus menunggu izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu.

Syarat vaksinasi

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, pemerintah harus memiliki rencana yang matang sebelum melakukan program vaksinasi.

Sebab, vaksinasi merupakan program yang tidak sederhana dan harus dikerjakan dengan sangat detail.

Agar vaksinasi dapat efektif dan mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, menurut Dicky ada tiga syarat yang harus dipenuhi.

1. Vaksin yang aman dan efektif

Menurut Dikcy, pemerintah harus dapat memilih vaksin virus corona yang aman dan memiliki efektivitas yang optimal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved