Breaking News:

Berita Semarang

KNTI Minta Pemerintah Segera Implementasikan UU Perlindungan Nelayan

KNTI Semarang menyepakati langkah DPP KNTI terkait mendesak pemerintah agar mengimplementasikan UU Nomor 7 tahun 2016.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Iwan Arifianto.
Nelayan tradisional Tambak Lorok sedang mengikat perahunya di dermaga, Kota Semarang, Senin (20/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang menyepakati langkah DPP KNTI terkait mendesak ke Pemerintah Pusat maupun daerah agar mengimplementasikan UU Nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.

Hal ini menyusul cuaca ekstrim yang terjadi secara merata di daerah pesisir pada satu bulan terakhir.

Nelayan sangat rentan terkena dampak dari situasi tersebut, di sisi lain perlindungan, jaminan keamanan dan keselamatan serta bantuan hukum kepada nelayan sangat kurang. 

"Seperti yang menimpa nelayan tradisional Tambak Lorok Kota Semarang, belasan rumah dan perahu mereka rusak akibat cuaca ekstrim yang terjadi," ujar Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho kepada Tribunjateng.com, Senin (14/12/2020).

Dia menyebut, dari kejadian itu paling tidak ratusan nelayan tidak bisa melaut. Untuk mencukupi kebutuhan mereka terpaksa alih pekerjaan seperti menjadi kuli bangunan atau pekerjaan lainnya. 

"Di database kami ada 593 nelayan tak melaut, namun di antara mereka sebesar 20 persen dari jumlah tersebut terpaksa melaut lantaran tak dapat pekerjaan lain. 

Hal itu tentu dapat membahayakan keselamatan mereka apalagi tahun kemarin dua nelayan kami meninggal disebabkan memaksakan diri melaut di tengah cuaca ekstrem," ungkapnya. 

Di samping itu, DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) merilis laporan sementara dari pengurus daerah KNTI di 11 Kabupaten/Kota dalam 1 bulan terakhir. 

Tercatat sekitar 55 kapal nelayan kecil rusak di Surabaya, Semarang, Sumenep, Bangkalan, Tuban, dan Serdang Bedagai. 

Puluhan rumah nelayan ataupun masyarakat pesisir juga mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang dan angin kecang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved