Berita Internasional

Dimulai UEA, Mengapa Negara-negara Arab Kini secara Resmi Mengakui Israel? 

Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara Arab Teluk pertama yang memulai tahap normalisasi formal dengan Israel

Editor: muslimah
KARIM SAHIB, Ahmad GHARABLI / AFP
Kolase foto bendera Israel dan UEA. Kedua negara sepakat menormalisasi hubungan diplomatik. 

Dimulai UEA, Mengapa Negara-negara Arab Kini secara Resmi Mengakui Israel

Berikut Analisanya

TRIBUNJATENG.COM - Kerajaan Maroko adalah negara Arab terbaru yang melakukan normalisasi hubungan secara resmi dengan negara Yahudi, Israel.

Hubungan "di bawah meja" kedua negara selama ini sudah terendus dan menjadi "rahasia umum".

Maroko punya kantor penghubung dengan Israel di ibu kota masing-masing sampai tahun 2002 ketika Rabat lalu menutupnya di tengah-tengah intifada Palestina kedua.

Akan tetapi, kontak kedua negara masih terus berlanjut dan sekarang, secara resmi, Raja Mohammed VI memutuskan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca juga: Ibunda Inul Nekat Kembali ke Jakarta Demi Ikatan Cinta, Gemas saat Ketemu Elsa, Lihat yang Dilakukan

Baca juga: Jeritan Yanti yang Anaknya Tewas Dikeroyok: Mereka Melakukan Sambil Merekam, Saya Tak Sanggup Lihat

Baca juga: Respon Kiwil yang Lagi Liburan dengan Istri Baru saat Rohimah Kirim Pesan Mau Gugat Cerai

Baca juga: Tak Diambil Sejak Ayu Ting Ting Terkenal, Gaji PNS Abdul Rozak Menumpuk, Segini Jumlahnya

Hal itu dilakukan sebagai imbalan atas pengakuan Washington atas kedaulatan Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat.

Sesuatu yang menurut PBB bukan bagian dari wilayah Maroko.

Melansir Australian Strategic Policy Institute (ASPI), sebuah wadah pemikiran yang berbasis di Canberra, Australia dan didanai sebagian oleh Departemen Pertahanan "Negeri Kanguru", berikut ini alasan di balik normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel.

Dimulai dari UEA

Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara Arab Teluk pertama yang memulai tahap normalisasi formal dengan Israel.

Normalisasi dilakukan dalam berbagai bidang seperti keamanan dan teknologi.

Menyusul kemudian Bahrain, dinasti Sunni otoriter yang menguasai mayoritas Syiah.

Satu di antara alasan Bahrain menyusul UEA adalah untuk membeli "jaminan" dari Israel dan AS terhadap Iran.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved