Breaking News:

Berita Solo

Hakim PN Solo Tolak Praperadilan Joenoes Rahardjo, Penasihat Hukum: Berat Sebelah

Sidang putusan permohonan praperadilan yang diajukan Joenoes Rahardjo ditolak oleh hakim tunggal Sunggul Simanjuntak.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Hakim Sunggul Simanjuntak ketika membacakan putusan permohonan praperadilan yang diajukan Joenoes Rahardjo atas dikeluarkannya SP3 oleh Polresta Solo, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sidang putusan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Joenoes Rahardjo atas dikeluarkannya SP3 oleh Polresta Solo ditolak oleh hakim tunggal Sunggul Simanjuntak.

"Menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh pemohon," ucap Hakim Sunggul Simanjuntak ketika membacakan amar putusan, Rabu (16/12/2020).

Menanggapi putusan itu, Afif Amrullah yang merupakan penasihat hukum Joenoes Rahardjo menilai putusan itu berat sebelah.

"Kalau kita nilai berat sebelah. Dalam surat ketetapan SP3 yang dikeluarkan penyidik, saya dengar sekilas hakim tadi menyampaikan salah ketik," ungkapnya.

Menurutnya, sudah jelas tertulis dalam perkara itu tidak ada tersangkanya. Padahal, ada redaksi yang menyampaikan ada tersangka.

"Berarti ada cacat secara formil dalam SP3 itu. Saya melihat, hakim tidak utuh melihat seluruh alat buktinya. Itu penilaian kami," ungkapnya.

Kemudian soal kekuatan pembuktian, lanjutnya, tidak cukup buktinya dengan alasan tidak terpenuhinya Pasal 174 KUHAP.

"Kalau ada cacat formil, salah ketik kalau bicara suratnya salah berarti ya tidak sah. Tapi hakim menganggap itu hanya salah ketik, tapi salah ketiknya bisa sampai satu paragraf," jelasnya.

Dia menyampaikan, akan melakukan upaya-upaya hukum lainnya untuk kebenaran dalam perkara ini. Meskipun, hakim menyampaikan tidak ada upaya hukum selanjutnya dalam perkara ini.

"Ya langkah selanjutnya, ada Komisi Yudisial (KY), pengawasan Mahkamah Agung (MA), dan sebagainya," terangnya.

Meskipun merasa berat sebelah, pihaknya tetap menghormati putusan hakim.

"Karena putusan hakim harus kita anggap benar. Kita akan tetap hormati, namun kita akan tetap berupaya mencari kebenaran dan keadilan," jelasnya.

Terpisah, pihak termohon dalam hal ini Polresta Solo yang diwakili AKP Rini Pangestuti menyampaikan SP3 yang dikeluarkan sah menurut hukum.

"Tadi semua permohonan ditolak keseluruhannya. Artinya, SP3 sah menurut hukum. Ya, intinya kita menang," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved