Breaking News:

Berita Purbalingga

Dinas Tenaga Kerja Purbalingga Terima 73 Permohonan Rekomendasi Paspor Calon Buruh Migran

Masa Pandemi Covid 19 memengaruhi penurunan angkatan kerja ke luar negeri.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Hermanto, Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga 

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Masa Pandemi Covid 19 memengaruhi penurunan angkatan kerja ke luar negeri. Pemerintah sempat menghentikan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Ini dilakukan pemerintah untuk melindungi PMI dari risiko penularan Covid 19 yang telah mendunia. 

Tetapi belakangan, beberapa bulan terakhir ini, pemerintah membuka kembali pintu pengiriman PMI ke luar negeri di era adaptasi kebiasaan baru.  Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga pun sudah kembali membuka permohonan rekomendasi pembuatan paspor bagi calon PMI. 

Rupanya, usai peluang angkatan kerja ke luar negeri kembali dibuka, tidak banyak masyarakat yang mengajukan permohonan rekomendasi ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga. 

Hermanto, Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga mengatakan, sampai kemarin, Rabu (16/12/2020), baru ada 73 pemohon rekomendasi pembuatan paspor bagi calon PMI. 

"Tahun 2020 ini, sampai (16/12), baru 73,"katanya, Kamis (17/12/2020) 

Di bandingkan tahun sebelumnya sebelum masa pandemi, angka ini jelas berkurang. Pemohon rekomendasi pembuatan paspor tahun 2020 ini bahkan menurun separuhnya atau lebih di banding tahun lalu yang normal. 

Biasanya, sebelum pandemi, kata dia, pemohon rekomendasi pembuatan paspor ke Dinas Tenaga Kerja Purbalingga dalam setahun mencapai sekitar 150 sampai 180 orang. 

"Pemberangkatan saat ini baru dibuka untuk negara Taiwan, Hongkong dan Singapura, " katanya

Ia mengatakan, pihaknya hanya berwewenang untuk memberikan rekomendasi untuk pembuatan paspor. Adapun kewenangan untuk pelatihan hingga pemberangkatan PMI berada pada Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). 

Sedikitnya pemohon rekomendasi pembuatan paspor di Dinnaker ini, menurut dia, karena efek pandemi Covid 19. Terlebih pemerintah sempat menghentikan pemberangkatan PMI ke luar negeri selama beberapa bulan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. 

Alhasil, calon PMI yang mestinya sudah diberangkatkan harus menahan diri karena karena regulasi belum memperbolehkan  

"Ada calon  PMI yang mengundurkan diri karena terlalu lama tidak diberangkatkan, " katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved