Breaking News:

Berita Semarang

Konsisten Berbagi Sejak Kuliah, Guru di Semarang Ini Bagi-Bagi Nasi Bungkus Setiap Hari

Bergabung dalam organisasi kampus memberikan pengalaman tersendiri bagi yang mengikutinya.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bergabung dalam organisasi kampus memberikan pengalaman tersendiri bagi yang mengikutinya. Ada yang terhenti begitu saja ketika telah lulus kuliah, ada pula yang tetap menjalankannya ketika sudah memasuki dunia kerja.

Hal itulah yang kini juga menjadi pilihan Mario Teguh Satria (23), seorang guru di SMK Negeri 1 Semarang.

Alumnus Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta tersebut memilih konsisten melakukan aksi kepedulian sosial seperti yang dilakukannya ketika masih duduk di bangku kuliah.

Meski telah memasuki dunia kerja, Mario bertekad menjalankan aksi tersebut dengan berbagi nasi bungkus kepada orang yang membutuhkan.

"Saya sebenarnya dari Surabaya, di Semarang ini indekos. Saya berbagi nasi bungkus karena dulu ketika masih menjadi mahasiswa di Jogja, saya melakukan aksi serupa. Saya dan kawan-kawan membuat semacam lembaga amal namanya Bonjour Studio. Di situ kami ada penyewaan alat dan sebagian dari hasil penyewaan tersebut kami gunakan untuk beramal seperti bagi-bagi sembako hingga galang dana untuk korban bencana melalui Bonjour Studio Foundation. Saya ingin melanjutkan itu dengan membuat 'lemari nasi' ini," kata Mario kepada tribunjateng.com saat membuka lemari nasi (nama gerakan sosialnya), di jalan Medoho Raya 1 nomor 19 Semarang, Rabu (16/12/2020).

Di Kota Semarang ini, Mario mengaku menjalankan gerakan sosial ini seorang diri. Hal itu lantaran di Kota Atlas tersebut dirinya telah jauh dari kawan-kawan lembaganya.

Meski begitu, ia mengaku bersyukur lantaran dalam aksinya itu ada orang yang peduli. Ada donatur yang senantiasa membantunya dalam menjalankan gerakan lemari nasi itu.

"Saya memulai ini sejak 11 Desember 2020 kemarin. Alhamdulillah, respon masyarakat bagus, banyak masyarakat yang mau berdonasi ketika melihat sosial media kami dan melalui platform urun dana sosial kitabisa.com," ungkapnya terharu.

Dari hasil donasi tersebut, setiap hari Mario dapat membagikan 20 bungkus nasi kepada orang yang membutuhkan.

Ia meletakkan etalase berisikan nasi bungkus di tepi jalan depan Anna Pancing/Dewa Laundry jalan Medoho Raya 1 nomor 19 Semarang setiap sekira pukul 07.00 WIB.

Bagi orang yang membutuhkan, mereka dapat mengambil nasi bungkus itu. Mario menyebut, donatur juga dapat meletakkan makanan di etalase itu untuk berbagi.

"Rencana awal lemari nasi ini setiap Hari Jumat karena pas saya umumkan belum ada donatur. Ternyata pas H-1 donaturnya langsung banyak, ya sudah daripada disimpan juga buat apa? kan bukan uang saya. Akhirnya lemari nasi ini saya buka setiap hari dengan jumlah sementara 20 bungkus perhari. Misal sudah bisa 40 bungkus perhari, mau saya tingkatkan kualitasnya yang awalnya mungkin harga Rp 5.000 perbungkus bisa lebih baik lagi untuk harga Rp 6.000 sampai Rp 10.000. Ini tujuannya juga untuk membantu warung-warung UMKM yang sepi karena pandemi Covid-19," tukasnya. (*)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved