Breaking News:

Forum Mahasiswa

Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi

Lingkungan berpengaruh sangat besar terhadap kesehatan manusia karena berbagai faktor penyebab penyakit dipengaruhi oleh lingkungan.

Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG
FORUM MAHASISWA 17 Desember 2020 

Masyarakat pun memiliki andil soal kesehatan lingkungan dan sanitasi. Masyarakat hendaknya turut sadar terhadap pentingnya akses sanitasi. Caranya ialah mengadakan kegiatan simulasi pembuangan yang melibatkan dinas kesehatan setempat. Kampanye tentang sanitasi yang baik dan sehat kepada masyarakat harus gencar dilakukan untuk mengubah perilaku buruk masyarakat. Kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat tak kalah penting. Pemerintah pun memiliki peran yang besar terhadap akses sanitasi untuk masyarakat.

Baca juga: Tolak Digilir Teman Suami Seusai Kalah Taruhan, Seorang Istri Disiram Cairan Asam

Baca juga: Viral Video Anak Jalanan Tendang & Dobrak Mobil karena Tak Diberi Uang, Kini Ditangkap Satpol PP  

Baca juga: Hasil Liga Inggris Leicester vs Everton: Taklukan Tuan Rumah hingga Geser Chelsea

Dalam buku “Kesehatan Masyarakat Sanitasi dan Lingkugan” garapan Apri Fitriani (2016), mencatat bahwa Kepmenkes No. 852/MENKES/SK/IX/2008 telah menyusun Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasi Masyarakat (STBM), yang memiliki tujuan untuk memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses minum dan sanitasi dasar berkesinambungan.

STBM secara sederhana dapat diartikan pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM memiliki indikator outcome atau hasil berupa menurunnya kejadian penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi serta perilaku. Salah satu indikatornya ialah setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.

Adapun, usaha-usaha yang perlu dan telah dilakukan untuk memperbaiki sanitasi lingkungan meliputi, penyediaan air bersih, baik kualitas atau kuantitasnya; program MCK (mandi, cuci, kakus); pengadaan rumah-rumah sehat; dan pembasmian sumber-sumber (resorvoir), vektor penyebab penyakit. Air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan faktor yang dapat mendukung kekuatan pembangunan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Aida Fitria Zahrina dkk dalam penelitiannya berjudul Implementasi Program Gerakan Sanitasi Berbasis Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan, menyebutkan implementasi Program Gerakan Sanitasi Berbasis Masyarakat dalam pengendalian lingkungan berupaya untuk menanggulangi masalah sanitasi yang berdampak buruk terhadap lingkungan yang belum berjalan dengan baik, maupun permasalahan sanitasi yang kurat tepat.

Baca juga: BantuSaku Gelar Webinar Bertajuk Mengakses Keuangan Alternatif E-Commerce 

Baca juga: FUIS Audensi ke Kapolrestabes Semarang, Kombes Aulia: Penegakan Hukum Telah Dilakukan Secara Terbuka

Baca juga: Dosen FTP USM Beri Penyuluhan Keamanan Pangan pada Siswa SMK di Ungaran

Di masa pandemi ini, masyarakat hendaknya turut memperhatikan akses sanitasi dengan baik. Demi kesehatan masyarakat yang tetap terjaga, baik untuk anak-anak maupun untuk penyandang disabilitas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved