Breaking News:

Liga 1

Gelar Kursus Pelatih dan Wasit, Ini Harapan Asprov PSSI Jawa Tengah

Asprov PSSI Jawa Tengah menggelar kursus kepelatihan lisensi D AFC yang berlangsung di Semarang, 13-9 Desember 2020.

IST
Hari Nur Yulianto, salah satu peserta kursus pelatihan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah  menggelar kursus kepelatihan lisensi D AFC yang berlangsung di Semarang, 13 hingga 19 Desember 2020.

Sejumlah pemain yang masih aktif menjadi pesepakbola profesional ikut menjadi peserta dalam kursus ini. Antara lain, bomber PSIS Hari Nur Yulianto, stopper Bali United Haudi Abdillah, dan bek sayap Persela Lamongan, Eky Taufik.

Sekretaris Asprov PSSI Jawa Tengah, Purwidyastanto mengatakan kursus kepelatihan Lisensi D AFC yang saat ini masih berlangsung merupakan lisensi paling dasar untuk memulai karir sebagai pelatih.

Ia menyebut, umumnya pelatih yang baru memegang lisensi D AFC menukangi tim-tim akar rumput, namun tak menutup kemungkinan masih bisa menukangi tim Liga 3 putaran provinsi.

"Kalau tahun lalu, yang tertuang dalam regulasi jika di putaran provinsi masih bisa berlaku lisensi D. Tetapi kalau sudah masuk putaran regional dan nasional itu wajib lisensi C," kata Antok, demikian sapaan akrab Purwidyastanto saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (17/12/2020).

"Kedepan kami mendorong Liga 3 tingkat provinsi minimal ditangani lisensi C. Seiring itu diharapkan kualitas tim yang bertanding dari berbagai aspek bisa terdorong," ucapnya.

Pelaksanaan kursus tersebut dikatakan Antok tidak lepas dari program pengembangan yang sudah dicanangkan melalui mekanisme kongres awal tahun oleh Asprov PSSI Jateng.

Dalam waktu yang sama, Asprov PSSI juga menyelenggarakan kursus lisensi wasit C2 di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah pada 12 hingga 17 Desember. Setelah berakhir, dilanjutkan dengan kursus lisensi wasit C3 dari 17 hingga 22 Desember mendatang.

Sama dengan kursus pelatih lisensi D, kursus lisensi wasit C3 juga merupakan tingkatan paling dasar dalam dunia perwasitan.

"Artinya seseorang yang memilih profesi sebagai pelatih, ataupun sebagai wasit mereka akan mengawali kursus pelatih D dan kursus wasit C3. Ini memang kita dorong. Sebab demikian juga kemarin kursus wasit C3 adalah peningkatan mutu dan kualitas melalui update lisensi," terang Antok.

"Yang memiliki lisensi C3 didorong mengambil lisensi C2. Seperti kita ketahui wasit nasional itu ada sertifikasi lisensi C1," ucapnya.

Setelah memiliki sertifikat diharapkan masing-masing peserta bisa mengembangkan pengetahuan yang telah didapatkan dalam kursus.

"Semua ujung-ujungnya ada di kompetisi. Mereka harus terlibat di kompetisi. Melalui kompetisi itu tempat mereka mengasah kemampuannya," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved