Breaking News:

Berita Kendal

Ghofur Pajang 501 Pohon Bonsai di Halaman Rumah Dinas Bupati Kendal yang Mangkrak

Sebanyak 501 pohon bonsai berbagai ukuran dipajang di halaman Rumah Dinas Bupati Kendal yang mangkrak.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Warga melihat pameran bonsai di halaman rumah dinas Bupati Kendal yang mangkrak, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 501 pohon bonsai berbagai ukuran dipajang di halaman Rumah Dinas Bupati Kendal yang mangkrak. Bukan sebagai penghias rumdin, namun ratusan pohon bonsai sengaja dipajang untuk dinilai pada ajang kontes bonsai lokal bersama ratusan pecinta tanaman hias di Kabupaten Kendal.

Kordinator kegiatan, Ghofur mengatakan, kontes bonsai 2020 kali ini sebagai upaya mengakomodir para pecinta tanaman bonsai agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

Katanya, 501 pohon yang telah disiapkan bakal dinilai oleh para juri tanaman hias nasional untuk dipilih beberapa tanaman terbaik 2020. "Jenisnya ada dua macam, basic dan lanjutan. Masing-masing akan dinilai juri dari Kota Semarang dan juga Kabupaten Temanggung selama 2 hari penilaian," terangnya saat pameran bonsai, Jumat (18/12/2020).

Kata Ghofur, ajang penilaian tanaman bonsai sengaja ditempatkan di halaman rumdin Bupati karena tempatnya yang luas agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu, guna memanfaatkan halaman rumah dinas yang sudah lama mangkrak tidak digunakan.

Ghofur menerangkan, pada ajang tersebut hanya diikuti oleh pecinta bonsai lokal Kendal saja. Pemenangnya akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan piala, serta berhak menaikkan harga jual bonsainya saat lelang.

"Konsep awalnya adalah Agro dan UKM Fair, kami persempit menjadi Kontes Bonsai dan Bursa Agro. Penilaian ada beberapa item, termasuk semua batang harus seimbang dari bawah sampai atas," tuturnya.

Bonsai yang terpilih menjadi tanaman terbaik biasanya akan dilelang dengan harga yang tinggi. Kata Ghofur, dengan potensi yang ada, pihaknya memperkirakan bakal ada tanaman bonsai yang bisa terjual dengan harga Rp 30 juta per pohon. 

Harga tersebut bisa saja naik atau turun tergantung jumlah peminat saat mengajukan penawaran. Ia berharap, ajang tersebut dapat menaikkan kembali harga jual tanaman bonsai di pasaran untuk membangkitkan perekonomian di masyarakat Kendal.

"Bahkan pernah ada 1 pohon terjual Rp 1 miliar beberapa tahun lalu. Tapi itu kelasnya nasional. Kalau lokal masih jauh, paling Rp 30 jutaan naik turun. Lumayan buat nambah penghasilan," ujar Ghofur. (*)

--

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved