Breaking News:

Berita Pekalongan

Kerugian Tanah Bergerak di Desa Bodas Pekalongan Capai Rp 614 Juta

Bencana tanah gerak dan longsor yang terjadi di Desa Bodas, Kandangserang, Pekalongan, akibatkan kerugian Rp 614 juta.

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Kepala Desa Bodas Wasgito 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bencana tanah gerak dan longsor yang terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 614 juta.

Dengan rincian kerugian lahan pertanian seluas Rp 27 hektar, sekitar Rp 270 juta dan kerugian di lahan pemukiman seluas Rp 2,5 hektar sekitar Rp 344 juta.

Kepala Desa Bodas Wasgito mengatakan, pada Selasa (15/12/2020) sore gerakan tanah masih terjadi di Dukuh Bodas 1. Dari kejadian ini rumah warga yang rusak bertambah.

"Selasa sore masih terjadi lagi, ada retakkan lagi di rumah yang ada di Dukuh Bodas 1, kemarin yang terdampak hanya 95 rumah sekarang mencapai 100 rumah," kata Wasgito Kades Bodas kepada Tribunjateng.com, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, retakan paling parah ada di pekarangan rumah warga.

"Retakan terbaru di pekarangan rumah warga, sedalam 60 sentimeter. Alhamdulillah, sekarang pergerakan tanah sudah stabil," ujarnya.

Wasgito mengungkapkan, bahkan dari empat EWS yang terpasang oleh petugas ESDM wilayah Serayu Utara, satu di antaranya ikut bergerak.

"Selasa sore hingga malam intensitas hujan masih tinggi ada pergerakan tang. Lalu, dari 4 EWS yang dipasang satu alat EWS kawatnya kendor karena pergerakan tanah," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau, kepada masyarakat Desa Bodas untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hujan turun dengan lebat lebih dari 2 jam.

"Apabila membahayakan segera mencari tempat yang lebih aman," tambahnya. (*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved