Breaking News:

Berita Kendal

Pilkada Kendal Tak Jadi Klaster Baru, Ferinando: Penambahan Kasus Masih 50 Orang Per Hari

Kepala Dinkes Kendal sebut penyelenggaraan Pilkada Kendal 2020 dinilai tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, penyelenggaraan Pilkada Kendal 2020 dinilai tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Katanya, hingga satu pekan usai pesta demokrasi itu selesai, perkembangan kasus Covid-19 di Kendal masih sama.

Ferinando menyebutkan, rata-rata setiap harinya penambahan kasus corona di Kendal sebanyak 50 kasus. Jumlah tersebut tergolong tinggi seiring gencarnya tracing terhadap warga yang terpapar Covid-19.

Meski begitu, pihaknya mendata angka kesembuhan pasien yang terpapar corona di Kendal cukup banyak. Sehingga pertumbuhan kasus pada beberapa pekan terakhir tidak terjadi lonjakan drastis.

"Berdasarkan data kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal, tidak ada kenaikan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan pencoblosan. Angka kasus penyebaran virus corona, sebelum dan sesudah pelaksanaan pencoblosan masih cenderung sama, yaitu rata-rata per hari sekitar 50 orang," terangnya, Kamis (17/12/2020).

Pencegahan timbulnya kasus baru penyebaran Covid-19, menurut Ferinando, merupakan hasil kesadaran masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat mencoblos. Terlebih, ketatnya KPU Kendal dalam mengatur skema pencoblosan sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan dan KPU RI.

Katanya, saat hari pelaksanaan pencoblosan, pihak KPU benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan terukur. Masyarakat pun dibekali sarung tangan plastik sekali pakai serta membawa alat tulis sendiri.

"Protokol kesehatan pada saat pencoblosan benar-benar dilaksanakan, seperti pemilih yang harus mencuci tangan dan memakai sarung tangan plastik ketika mencoblos. Semua diatur sangat ketat sehingga kerumunan pun terhindarkan," ujarnya.

Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, antisipasi terhadap penyebaran virus corona dalam pelaksanaan Pilkada sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin untuk mencegah klaster baru.

Tidak hanya pada saat pencoblosan, pihaknya juga menerapkan pemantauan dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan kampanye. Seperti melarang kampanye terbuka yang dikhawatirkan dapat mengumpulkan massa.

Tak lupa, Hevy mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah mau menjalankan prosedur protokol kesehatan selama pesta demokrasi berlangsung.

"Pelaksanaan Pilkada sudah diatur sedemikian rupa, sehingga aman dari penyebaran virus corona. Kami utamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat Kendal," tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Covid-19 Kendal, jumlah total kasus aktif hingga saat ini mencapai 3.419 orang. Rinciannya, 570 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri, 132 orang meninggal, dan sisanya sembuh. 

Semua kecamatan di Kendal saat ini terdapat kasus Covid-19, dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kecamatan Kota Kendal sebanyak 67 kasus, sedangkan kasus terkecil ada di Kecamatan Limbangan sebanyak 9 kasus aktif. (*) 

--

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved