Breaking News:

Liputan Khusus

Sebelum Minum Obat Kuat Laki-laki Coba Cek Dulu Bagian Ini

Sebelum Minum Obat Kuat Laki-laki Coba Cek Dulu Bagian Ini. News Analisis oleh Apt. Sri Suwarni, MSc selaku Ketua Pafi Kota Semarang

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
News Analisis oleh Apt. Sri Suwarni, MSc selaku Ketua Pafi Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hal penting yang harus diketahui masyarakat dari menjamurnya toko jamu obat kuat adalah legalitasnya. Legalitas dinilai dari apakah sarana dari toko obat tersebut berizin dan menjual produk yang berizin juga.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 167/KAB/B.VII/72 sebagaimana telah diubah dengan Permenkes No 1331/MENKES/SK/X/2002 tentang Pedagang Eceran Obat Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 tentang Perizinan di bidang kesehatan.

News Analisis oleh Apt. Sri Suwarni, MSc selaku Ketua Pafi Kota Semarang. Dalam regulasi terbaru Peraturan Menteri Kesehatan beberapa hal penting yang diatur dalam peraturan badan POM tersebut yakni obat dan makanan suplemen yang diedarkan secara daring wajib memiliki izin edar.

Peraturan tersebut juga menyatakan pelarangan peredaran secara daring yaitu obat keras yang termasuk dalam obat-obat tertentu, obat yang mengandung prekursor farmasi, obat untuk disfungsi ereksi, dan obat yang termasuk dalam golongan narkotika serta psikotropika,

Larangan lain juga berlaku untuk kosmetika sediaan kulit mengandung alpha hidroxy acid (AHA) lebih dari 10%, kosmetik sediaan pemutih gigi mengandung dan/atau melepaskan hydrogen peroxide lebih dari 6%, serta minuman beralkohol. Coba cek apakah toko obat kuat atau jamu kuat yang menjamur di Kota Semarang terdaftar di Dinkes dan DPMPTS Kota Semarang atau tidak.

Jika dalam toko obat yang menjual obat kuat isinya cildenafil dan derivatnya itu sangat salah karena obat tersebut sudah tidak dapat ditemukan di apotek. Karena sildenafil sitrat dan tadalafil dapat menyebabkan sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, infark miokard, nyeri dada, jantung berdebar dan kematian.

Toko obat seperti itu memang illegal dan harus ditertibkan atau diberikan solusi oleh pihak yang berwenang. Sebenarnya pemerintah kota telah memberikan tugas kepada beberapa stakeholder untuk dapat menanggulangi peredaran obat illegal. Langkah solutif yang dapat dilakukan adalah sosialisasi regulasi untuk peredaran obat dan edukasi kepada masyarakat.

Perlu adanya kerjasama dan kesepahamaan untuk langkah tindakan antara banyak bidang dan juga aparat hukum untuk dapat menindak tegas. Jadilah Masyaratkat yang cerdas setiap produk yang beredar sekarang ini pasti harus ada izin edarnya.

Menurut saya, impotensi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup yang tidak baik, gangguan psikologis, hingga efek samping obat-obatan. Impotensi juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit, seperti gangguan hormon, diabetes, hipertensi dan penyakit jantung.

Bayangkan jika konsumen impoten karena penyakit jantung, malah dia konsumsi cidenafil wah betapa bahaya. Pengobatan Impotensi untuk mengetahui penyebabnya maka dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan yang meliputi tes darah, tes urine, atau USG penis. Setelah penyebabnya dipastikan, dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat.

Impotensi dapat diobati dengan mengatasi penyebabnya terlebih dahulu, wajib konsultasi dengan dokter sesuai dengan penyakit utama. Atau melalui obat-obatan yang legal sesuai dengan resep dokter, suntikan hormon, maupun operasi. Jika impotensi disebabkan oleh gangguan psikologis, impotensi perlu ditangani dengan psikoterapi yang dilakukan oleh psikiater atau psikolog.

Bahaya utama untuk pria yang disfungsi ereksi karena adanya penyakit penyerta. Pada orang dengan penyakit jantung cukup berbahaya. Kedua efek obat ini akan saling bereaksi, sehingga akan menurunkan tekanan darah secara ekstrim. Penurunan tekanan darah yang signifikan secara tiba-tiba dapat menimbulkan bahaya, bahkan bisa berujung pada kematian. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved