Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Guru Ngaji di Semarang Sulap Limbah Jadi Miniatur Robot

Tangan dingin guru ngaji ini menghasilkan ratusan karya miniatur robot dan motor Harley yang dibeli berbagai penikmat karya seni dari Eropa dan Asia

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini Video guru ngaji di Semarang sulap limbah jadi miniatur robot

Cat dinding ruangan 2 x 4 meter sebuah rumah di Jalan Anjasmoro Tengah VI, Karangayu, Kota Semarang, itu sudah agak kusam. 

Namun tetap menarik dipandang mata lantaran ada tiga gambar tokoh Transformer yang menghiasinya. 

Di sudut ruang terdapat lemari kaca berisi deretan karya miniatur robot dan replika motor Harley Davidson. 

"Semua karya saya itu terbuat dari bahan limbah terutama limbah logam, besi, dan lainnya. 

Bahkan bekas tempat print atau gesper sabuk juga bisa saya sulap menjadi karya," terang seniman miniatur berbahan limbah, Indaryanto (45), kepada Tribunjateng.com, Jumat (18/12/2020).

Indar sapaan akrabnya merupakan seorang guru ngaji privat di Semarang.

Dia telah menekuni dunia miniatur berbahan limbah sejak tahun 2009. 

Siapa sangka, tangan dingin guru ngaji ini menghasilkan ratusan karya miniatur yang dibeli berbagai penikmat karya seni dari Eropa, China dan Jepang. 

Deretan karyanya didominasi tokoh robotik ala Transformer.

Namun, dia juga melayani selera pasar berupa miniatur mobil dan motor Harley Davidson yang diminati pencinta otomotif. 

"Replika robot banyak diminati orang Asia, yaitu Jepang dan China. 

Kalau miniatur motor dan digandurngi para bule Amerika dan Eropa," jelasnya. 

Mengenai proses berkarya, Indar mengakui karyanya saat ini sudah hampir 100 persen sempurna. 

Berbeda ketika proses awal menekuni hobinya tersebut.

Ketika itu dia masih mencari komposisi bahan dan cara perakitan karya. 

Satu karya miniatur proses pembuatannya memakan waktu bervariasi tergantung kerumitan. 

Menurutnya, paling lama satu karya diselesaikan selama  satu minggu. 

"Terkait harga kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 2 juta," jelasnya. 

Di sisi lain, masa pandemi ini merupakan tantangan baginya. 

Pasalnya, penjualan karya miniaturnya 80 persen tergantung dari pameran. 

Sisanya 20 persen dari jaringan maupun penjualan online. 

Padahal selama pandemi otomatis tak ada pameran yang berpengaruh pada penjualan karyanya. 

"Namun ini hanya hobi bagi saya karena hobi jadi tetap jalani dengan perasaan bahagia. Pekerjaan utama ya ngajar ngaji ke anak-anak," terangnya. 

Kendati demikian, hal itu tak menghentikan ide-ide kreatif dari Indar. 

Selepas pandemi dia berencana membuat karya daur ulang yang lebih kreatif. 

Di antaranya menciptakan miniatur robot berukuran jumbo yakni setinggi 2 meter. 

"Karya tersebut sedang saya siapkan semoga terwujud," ungkapnya. 

Selama proses berkarya tersebut, Indar melakukannya di sela-sela kesibukan mengajar mengaji. 

Biasanya membuat miniatur dia lakukan saat pagi hari hingga siang hari saat sedang tak mengajar mengaji. 

"Jadi tak mengganggu tanggung jawab. Waktu sore sampai malam saya habiskan untuk mengajar mengaji," ujar pria berambut gondrong tersebut. 

Berhubung karyanya terhitung unik dan baru di Semarang, berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta memintanya bersinergi dalam berkarya. 

Karyanya diminta dipajang di berbagai pameran di beberapa kota di Indonesia. 

Bahkan karyanya pernah menjuarai pameran recycle craft  kerajinan daur ulang unik dan inovatif. 

Mahasiswa baik dalam maupun luar negeri pernah dibuat decak kagum oleh karyanya. 

Seniman dari Jogja dan  Solo juga pernah melakukan studi banding ke rumahnya untuk belajar membuat robot yang berasal dari limbah logam. 

"Namun kembali lagi ketekunan masing-masing yang tentunya mempengaruhi proses berkarya," katanya. 

Mahasiswa UIN Semarang, Ikhsan mengatakan, kagum dengan karya seniman daur ulang seperti Indar. 

Pasalnya karya tersebut bisa terbilang unik karena menciptakan karya seni dari bahan limbah yang diolah bernilai ekonomis. 

"Saya lihat di Google karya-karya Mas Indar jadi pengen lihat langsung ke rumahnya. Karyanya patut diapresiasi karena sebuah kreatifitas dan inovasi yang sulit ditemukan saat ini," paparnya. (Iwn)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved