Breaking News:

Berita Kecelakaan

Kata Polisi Soal Kecelakaan Maut Odong-odong Pengiring Pengantin di Batang, Jelas Melanggar

Polres Batang lakukan penyelidikan atas kasus kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin.  Adapun, dalam kecelakaan tersebut 10 korban mengala

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda

Korban 13 Orang, 3 Meninggal

Enam korban dalam insiden kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin dirujuk ke RSUD Kalisari. 

Hal itu karena kondisi korban tak memungkinkan dirawat di Puskesmas Bandar I. 

Sementara empat korban dirawat di Puskesmas Bandar I. 

Dipaparkan Agus Riyanto, Pelaksana Rawat Inap Puskesmas I Bandar, total korban ada 13 orang. 

"Yang meninggal ada tiga orang, satu  balita dan dua manula," katanya saat ditemui Tribunjateng.com di Puskesmas Bandar I, Jumat (18/12/2020).

Dilanjutkannya, korban meninggal tersebut bernama Andra (4), Turiah (65), dan Sutiah (60).

"Semua korban warga Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar," paparnya.

Agus menjelaskan, usai kejadian 13 korban dilarikan ke Puskesmas I Bandar.

"Rata-rata korban mengalami luka berat, selain benturan di kepala, beberapa juga mengalami patah tulang," kata Agus.

Ia menambahkan, hingga pukul 22.00 WIB, tiga korban yang dirawat di Puskesmas Bandar I telah dipulangkan.

"Yang ada di Puskesmas tinggal satu, namun yang dirawat di RSUD Kalisari ada enam," tambahnya. 

Untung Gemetar

Diberitakan sebelumnya, insiden kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin menggegerkan warga Kabupaten Batang

Pasalnya, 13 orang tercatat jadi korban dalam insiden tersebut.

Bahkan 3 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

3 korban tersebut dua manula berusia 60 dan 65 tahun, serta satu balita berusia 4 tahun.

Beberapa warga yang menyaksikan tragedi tersebut pun sampai gemetar mana kala menceritakan insiden itu. 

Lantaran mayoritas kondisi korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. 

Menurut penuturan warga, yang paling mengenaskan kondisi balita berusia 4 tahun. 

"Bilita itu meninggal di lokasi kejadian karena kepalanya terhimpit besi dari bagian kendaraan," terang Untung, warga Dukuh Sipule, Desa Kluwih Kecamatan Bandar yang ikut mengevakuasi korban, Jumat (18/12/2020) malam. 

Ia menjelaskan, odong-odong yang ditumpangi rombongan pengiring pengantin terperosok di jurang sedalam 100 meter. 

"Jurangnya memang dalam, untung saja bodi kendaraan tersangkut di pohon. Kalau tidak, semua penumpang pasti meninggal dunia," ujarnya. 

Dikatakan Untung, sebelum odong-odong terperosok karena tak kuat menanjak, pengemudi melompat dan melarikan diri. 

"Entah lari kemana, namun warga menemukannya di Polsek Bandar," terang Untung. 

Untung menuturkan, insiden tersebut terjadi sore hari saat hujan turun. 

"Rombongan usai mengiring pengantin dari Karangdadap Kabupaten Pekalongan, dan saat kembali ke Dukuh Sipule kendaraan tak kuat menanjak, kondisinya juga sedang hujan," imbuhnya. 

Ia menambahkan, tanjakan Sipule memang acap kali terjadi kecelakan yang sama. 

"Beberapa waktu lalu truk box juga masuk ke jurang karena tak kuat menanjak. Namun tidak ada korban seperti kejadian kali ini," tambahnya. 

Adapun hingga pukul 23.00 WIB, odong-odong tersebut masih berada dilokasi kejadian. 

Beberapa alas kaki milik korban juga nampak berceceran di sekitar lokasi kejadian. 

Tanjakan tersebut juga terjal, pasalnya saat Tribunjateng.com berada di lokasi banyak kendaraan roda empat mogok karena tak kuat menanjak. (bud) 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved