Pilkada Rembang 2020

Pasangan Harno-Bayu Menggugat Hasil Pilkada Rembang 2020 ke MK, PPP Jateng: Itu Wajar Saja

Pasangan calon Harno-Bayu Andriyanto menggugat hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Rembang ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: galih permadi
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Rembang, Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro' (berbatik hijau) bersama perwakilan Parpol pengusung serta relawan berdoa bersama dalam acara penyampaian hasil rekapitulasi suara internal, Rabu (9/12/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pasangan calon Harno-Bayu Andriyanto menggugat hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Rembang ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Langkah ini ditempuh setelah ada perbedaan hasil perolehan suara dari real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penghitungan suara internal Demokrat.

Berdasarkan hitung cepat internal partai, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Harno-Bayu unggul 230 suara.

Namun, ternyata rivalnya pasangan Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies), berdasarkan hasil real count KPU unggul dengan selisih perolehan sekitar 4.300 suara.

Berdasarkan data di laman resmi MK hingga Jumat (18/12/2020), pasangan Harno-Bayu telah menyerahkan permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (PHPKADA).

Permohonan tersebut diajukan secara daring melalui aplikasi permohonan online (simpel.mkri.id).

Pasangan Harno-Bayu diusung enam partai Demokrat, Nasdem, Gerindra, Hanura, PKS, dan PAN. Harno merupakan kader partai Demokrat sedangkan Bayu dari Nasdem.

Sementara, sang petahana Abdul Hafidz-Gus Hanies diusung PPP, PKB, PDIP, dan Golkar. Dimana, Abdul Hafidz merupakan kader PPP dan Gus Hanies kader PKB.

Menanggapi gugatan tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan partai pengusung pasangan calon Abdul Hafidz-Gus Hanies mengatakan apa yang dilakukan paslon Harno-Bayu merupakan tindakan wajar.

"Tidak apa-apa. Itu hal wajar dilakukan. Karena mekanismenya seperti itu," kata Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, pasangan calon yang kalah akan melakukan gugatan jika merasa ada yang tidak beres dengan hasil pemilihan umum kepala daerah.

Tindakan serupa, kata dia, juga akan dilakukan pihaknya jika dalam kondisi seperti itu.

"Kami menerima itu (gugatan hasil pilkada). Mungkin di daerah lain, kami juga akan protes jika kalah," tandas pria yang juga anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng ini.

Meskipun demikian, lanjutnya, protes atau gugatan harus dilampiri data yang valid. Sehingga, tidak hanya menimbulkan kegaduhan semata.

"Bagi kami tidak masalah," tandasnya.

Berdasarkan data real count KPU di laman pilkada2020.kpu.go.id, paslon Harno-Bayu merauh suara 49,3 persen atau 209.179.

Sementara, pasangan Abdul Hafidz- Gus Hanies mendapatkan 50,7 persen atau 214.906 suara. Beda tipis.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved