Breaking News:

Berita Batang

Penampakan Desain Infrastruktur Akses ke KIT Batang

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Fase 1 seluas 450 hektare (ha) ditargetkan dimulai awal 2021.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Tangkapan layar desain infrastruktur akses ke KIT Batang. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Fase 1 seluas 450 hektare (ha) ditargetkan dimulai awal 2021.

Dalam pembangunannya, juga akan didukung sejumlah infrastruktur pendukung dan konektivitas kawasan.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah-DIY Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Satrio Sugeng Prayitno, menuturkan pada pekerjaan di fase pertama ini ada sepanjang 90 kilometer jalan yang akan dibangun.

"Jalan tersebut merupakan termasuk jalan kawasan dan akses di KIT Batang," kata Satrio saat diskusi virtual, Minggu (20/12/2020).

Tangkapan layar desain infrastruktur akses ke KIT Batang.
Tangkapan layar desain infrastruktur akses ke KIT Batang. (istimewa)

Sejumlah infrastruktur pendukung kawasan yang akan dibangun antara lain, akses tol atau interchange, pusat kegiatan kabupaten, dry pot atau container yard, rumah susun, stasiun kereta, eco park, lot indusri kecil (IKM), lot industri sedang, dan reservoir.

Konektivitas kawasan juga didukung jaringan infrastruktur jalur kereta api yang menghubungkan langsung ke dalam kawasan industri.

Nantinya fase pertama ini dikerjakan tidak hanya di bidang bina marga, namun juga perumahan dan sumber daya air.

"Ada kebutuhan jalan akses. Pemerintah membangun infrastruktur jalan untuk mempercepat akselerasi pembangunan KIT batang. Diperlukan aksesbilitas dan konektivitas pembangunan infrastruktur dan sarana prasaran di area kawasan industri terpadu," jelasnya.

Satrio menuturkan untuk prioritas tahun depan, yakni pembangunan empat akses menuju KIT Batang. Tiga akses yang tersambung dengan jalan pantura atau arteri dan satu membangun akses ke jalan tol atau simpang susun (interchange).

Kemudian, kata dia, sistem jaringan jalan di dalam kawasan menggunakan sistem grid. Alasannya dengan menimbang KIT merupakan bagian dari sistem jaringan jalan perkotaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved