Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Antisipasi Longsor, Lazismu Bangun Talud Rumah Puji

Hujan deras yang mengguyur kota Semarang sejak beberapa waktu lalu,mengakibatkan salah satu rumah di kawasan perbukitan kota semarang ini nyaris roboh

Penulis: rustam aji | Editor: rustam aji
istimewa
Peletakan batu pertama pembangunan talud rumah Cahyani Pujiarti (32) oleh Lurah Gedawang H.Mulyantoro, SE disaksikan Ketua RW, RT, perwakilan donatur dan tokoh masyarakat setempat, 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan deras yang mengguyur kota Semarang sejak beberapa waktu lalu, mengakibatkan salah satu rumah di kawasan perbukitan kota semarang ini nyaris roboh. Senin (7/12) lalu Cahyani Pujiarti (32) penghuni rumah itu mengadukan masalah ini ke Lembaga Amil Zakat Infaq dan shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) kantor layanan Banyumanik Kota Semarang. Mendapat laporan tersebut, petugas Lazismu bergegas melakukan pengecekan ke lokasi.

Segera setelah pengecekan tersebut, Lazismu mengajak RT, Rw dan tokoh masyarakat setempat untuk koordinasi membahas solusinya. Diputuskan bahwa tebing setinggi  satu setengah meter dan panjang 12 meter tersebut perlu dibangun talud guna menjaga agar bangunan diatasnya tidak longsor.

Sejak rumah tidak permanen yang dibangun dengan gotong royong warga dua tahun lalu itu, tebing yang berada di belakangnya hanya diberi penyangga berupa batang kayu dan papan seadanya yang kini rapuh termakan usia, sehingga tak mampu lagi menahan tanah urug yang ada diatasnya.

Untuk membangun talud sepanjang 13 meter dengan ketinggian 2,5 meter tersebut, diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp.15.000.000,- (Lima belas juta rupiah). Dalam tempo sepekan, kebutuhan dana sebesar itu telah berhasil dihimpun Lazismu Kantor  Layanan Banyumanik dari para donatur.

Proses pembangunan dimulai Sabtu (19/12/2020) lalu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Lurah Gedawang H.Mulyantoro, SE disaksikan Ketua RW, RT, perwakilan donatur dan tokoh masyarakat setempat. Ditargetkan pengerjaan proyek yang melibatka 6 orang tukang bangunan dan relawan dari Komando kesiapsiagaan Angkatan muda muhammadiyah (KOKAM) kota Semarang  tersebut akan selesai dalam waktu 10 hari kerja.

Cahyani pujiarti yang akrab disapa Puji, adalah dhuafa single parent yang sehari hari kerja serabutan, menjadi buruh cuci dan berjualan bensin di rumahnya. Tinggal bersama tiga anak dan satu orang tuanya yang sudah renta. Hasil dari usahanya itu, tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sudah dua tahu ini Lazismu mendampingi dan menyalurkan bantuan dari para muzakki dan donatur berupa beasiswa, sepeda motor bekas dan modal usaha kepada keluarga itu. (*/aji)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved