Berita Semarang
Disbudpar Kota Semarang Tak Targetkan Kunjungan Wisatawan di Libur Akhir Tahun 2020
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tidak memiliki target khusus terkair jumlah wisatawan yang datang ke Semarang pada libur akh
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tidak memiliki target khusus terkair jumlah wisatawan yang datang ke Semarang pada libur akhir tahun 2020.
Disbudpar lebih fokus menerapkan pariwisata sehat untuk memberikan kenyamanan para wisatawan yang datang.
"Kami tidak targetkan tingkat kunjungan wisatawan. Kami lebih menekankan kepada melayani wisatawan yang datang secara baik supaya bisa nyaman di Semarang.
Protokol kesehatan kami pantau," terang Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, Senin (21/12/2020).
Pada 2019 lalu, wisatawan yang datang ke Kota Lunpia tembus 7,2 juta.
Namun pada 2020 ini, Disbudpar sempat menurunkan target kunjungan wisatawan akibat pandemi Covid-19 yakni hanya tiga juta wisatawan.
"Target tiga juta kayaknya belum ada segitu.
Sekarang kami tidak ada target-targetan.
Kami targetnya bukan ke jumlah tapi bagaimana melayani orang yang datang ke Semarang dengan baik agar tidak ada peningkatan kasus Covid-19," papar Iin, sapaannya.
Guna menekan penyebaran kasus Covid-19 pada momen natal dan tahun baru, Iin telah meninta seluruh pengelola pariwisata untuk bersiap melayani wisatawan dengan protokol kesehatan ketat.
Di tempat wisata milik Pemkot sendiri, pihaknya telah melengkapi objek wisata dengan CCTV dan pengeras suara.
Alat tersebut untuk memantau kepadatan pengunjung. Apabila pengunjung berkerumun, petugas akan memberi peringatan melalui pengeras suara.
Menurut Iin, hampir semua tempat wisata sudah membuka operasional setelah terpuruk selama pandemi Covid-19.
Rencananya, dia juga akan membuka Taman Lele mulai Rabu besok.
Selama pandemi, objek wisata milik Pemkot tersebut belum pernah beroperasi.
Disbudpar telah membenahi sejumlah fasilitas di Taman Lele menggunakan dana hibah dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Taman lele kami buka karena dengan menambah tempat wisata baru harapannya masyarakat tidak terkonsentrasi di satu tempat tapi kerumunan akan terpecah," ujarnya.
Di sisi lain, Iin juga meminta kepada seluruh tempat hiburan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat.
Hasil rapat bersama Forkopimda, aktivitas usaha saat tahun baru tetap boleh beroperasi, namun dilarang menggelar perayaan.
Pengelola tempat hiburan harus tetap memperhatikan Perwal 57/2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).
"Penerapan protokol kesehatan menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola.
Kami sudah menambah petugas.
Mereka nanti akan memantau tempat-tempat hiburan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Entertainment Kota Semarang (Pagersemar), Fic Indarto menyampaikan akan mengikuti aturan Pemerintah Kota Semarang.
"Kami mengikuti aturan. PKM masih berlanjut, outlet boleh buka maksimal sampai jam 23.00.
Sebetulnya tahun baru bukan perayaan buat pelaku hiburan seperti karaoke.
Namun, pagersemar mengerti untuk tidak merayakan tahun baru nanti," ungkapnya.
Lebih lanjut, Indarto menuturkan, Pemerintah Kota semarang telah memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Pagersemar untuk mengikuti CHSE (Cleanlines Healty Sustainability Enveronmantally).
Pelatihan ini menjadi bekal semua outlet tempat hibutan agar dapat mengikuti CHSE guna menyiapkan perilaku new normal di industri hiburan. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-disbudpar-kota-semarang-indriyasari-lllll.jpg)