Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Jasa Raharja Serahkan Sarana Pencegahan Kecelakaan ke Polda Jateng

Jasa Raharja menyerahkan sarana pencegahan kecelakaan kepada Polda Jateng dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2020, di halaman Mapolda Jateng

Editor: muh radlis
IST
Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah, Jahja Joel Lami, secara simbolis menyerahkan sarana pencegahan kecelakaan kepada Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2020, di halaman Mapolda Jateng, Senin (21/12). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jasa Raharja menyerahkan sarana pencegahan kecelakaan kepada Polda Jateng dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2020, di halaman Mapolda Jateng, Senin (21/12).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah, Jahja Joel Lami, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari dan Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji.

Sarana pencegahan kecelakaan, yang diberikan berupa 600 buah traffic cone, 100 buah barikade, dan 65 buah rompi scothlight.

Selain itu diserahkan juga jas hujan sebanyak 75 buah, helm 100 buah, tenda payung 2 buah serta tenda polisi sebanyak dua buah.

"Kami berharap sarana yang diberikan ini dapat bermanfaat dalam menjalankan tugas rekan-rekan kepolisian.

Selain itu, juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah, Jahja Joel Lami dalam siaran tertulis.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam sambutannya mengatakan Polri akan menyelenggarakan operasi lilin 2020 selama lima belas hari 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Dalam perayaan natal dan tahun baru, Polri menyiagakan 83.917 personil, 15.842 personil TNI, serta 55.086 personil dari instansti terkait lain.

Personil tersebut akan ditempatkan pada 1067 pos yang difokuskan pada tempat - tempat keramaian, pusat belanja, stasiun, bandara, terminal, dan pelabuhan serta berbagai tempat yang berpotensi terjadi kerumunan.

Ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, antara lain ancaman terorisme, radikalisme, sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, hingga aksi kriminalitas.

Selain itu juga ancaman lain seperti tawuran antar kelompok balap liar, kemacetan, kecelakaan hingga bencana alam.

"Saya harapkan seluruh kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang pro aktif dan aplikatif.

Serta cara bertindak yang tepat, efektif, efisien dalam mengatasi berbagai potensi yang ada sesuai pada karakteristik kerawanan di masing-masing daerah, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved