Breaking News:

Berita Pati

219 Desa di Kabupaten Pati Ikuti Pilkades Serentak 10 April 2021

Sebanyak 219 desa yang tersebar di 21 Kecamatan di Pati akan mengikuti Pilkades serentak 10 April 2021.

Istimewa
Bupati Pati Haryanto saat memimpin rapat di Pendopo Kabupaten Pati baru-baru ini 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sebanyak 219 desa yang tersebar di 21 Kecamatan di Pati akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 10 April 2021 mendatang.

Selain itu, ada pula tambahan tiga desa yang tergolong Pergantian Antar Waktu (PAW), yaitu Desa Pakis Kecamatan Tayu, serta Desa Margomulyo dan Bumirejo di Kecamatan Juwana.

Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa semua proses terkait Pilkades serentak ini ada regulasinya.

Sehubungan dengan kondisi pandemi Covid-19, kata dia, terdapat beberapa perubahan yang mengacu pada regulasi Perbup Pati No 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkades di Masa Pandemi yang baru saja ia tandatangani kemarin.

“Tapi ini masih belum cukup. Harus dilengkapi lagi dengan Keputusan Bupati yang dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk teknis yang tidak terakomodir di dalam Perbup. Tujuannya agar pelaksanaan Pilkades nanti bisa berjalan sesuai tahapan," ungkap Haryanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (22/12/2020).

Haryanto menyebut bahwa perubahan yang perlu diperhatikan dalam Perbup tersebut terletak pada penganggaran. 

Selain dari APBDes, Pemkab Pati juga memberikan dukungan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades dengan memperhatikan aspek keadilan, kecukupan, serta menjamin efektivitas dan efisiensi penganggaran.

“Pemda Pati mendukung dengan menganggarkan melalui APBD sebesar Rp 11,625 miliar yang dialokasikan ke 219 desa tersebut," papar dia.

Ia menjelaskan bahwa penganggaran tersebut sudah tidak lagi berdasarkan jumlah penduduk per kepala. 

Agar ada keseimbangan, lanjutnya, sudah disusun regulasi dengan menentukan batasan maksimal jumlah penduduk yang diperoleh dari Disdukcapil Kabupaten Pati, sehingga desa akan menerima bantuan sesuai yang sudah ditentukan.

“Terdiri dari beberapa penganggaran. Jadi, bagi desa dengan penduduk sampai 2 ribu orang, maka akan menerima dukungan anggaran paling banyak Rp 35 juta. Untuk jumlah antara 2.001 sampai 3 ribu orang memperoleh Rp 45 juta. Jumlah penduduk 3.001 sampai 4 ribu memperoleh Rp 55 juta. Kemudian jumlah penduduk 4.001 sampai 5 ribu memperoleh Rp 65 juta. Adapun bagi desa yang penduduknya lebih dari 5 ribu orang akan memperoleh Rp 75 juta,” papar Haryanto.

Ia menekankan agar segala penganggaran, baik dari Pemkab maupun APBDes, dihitung dengan sebenar-benarnya, memperhatikan batas maksimal penggunaan anggaran, dan anggaran digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Terutama untuk keperluan segala peralatan protokol kesehatan. Jadi semua harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Ini agar Pilkades nanti dapat terselenggara secara aman, lancar, dan kondusif," tandas dia.

Sementara, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin juga turut mendukung pernyataan Haryanto.

“Jadi dengan regulasi tersebut, di tengah pandemi Covid-19 ini, kita berusaha untuk menyelenggarakan Pilkades dengan tetap menjaga kondusivitas, menjaga momentum pemilihan kepala desa dengan sangat demokratis untuk satu tujuan, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Safin ini. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved