Breaking News:

Berita Kudus

Pertamina Tetap Siagakan Satu SPBU Kantong Meski Konsumsi BBM di Kudus Masih Rendah

PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah‎ tetap menyiapkan satu SPBU kantong di Kabupaten Kudus meski konsumsi rata-rata har

IST
SPBU Kantong yang disiapkan Pertamina 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  ‎‎PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah‎ tetap menyiapkan satu SPBU kantong di Kabupaten Kudus meski konsumsi rata-rata harian bahan bakar minyak (BBM) masih rendah.

Pjs. Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR Jawa Bagian Tengah,‎ Arya Yusa Dwicandra‎ menjelaskan, SPBU kantong tersebut sebagai upaya antisipasi lonjakan konsumsi BBM terutama di sekitar tempat wisata jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Total ada 47 unit SPBU kantong di Jawa Tengah dan tiga di antaranya berada di eks karesidenan Pati yakni Kabupaten Kudus, Jepara, dan Rembang

‎"SPBU kantong ini merupakan istilah bagi mobil tangki dengan kapasitas penuh yang disiagakan di SPBU-SPBU tertentu sehingga bila terjadi lonjakan konsumsi tinggi dan kemacetan di sekitar SPBU maka mobil tangki tersebut secara cepat dapat menambah stok di SPBU tersebut," ujar Arya, saat konferensi pers secara virtual, Selasa (22/12/2020).

Pertamina mencatat, rata-rata konsumsi harian BBM jenis bensin (gasoline) di Kabupaten Kudus saat ini berada di angka 299 KL per hari, angka tersebut masih dibawah rata-rata konsumsi harian pada saat sebelum pandemi. 

"Angka rata-rata konsumsi harian di bulan Januari berada di angka 330 KL per hari," jelas Arya.

Sementara untuk jenis solar (gasoil) di Kabupaten Kudus,  Arya menerangkan rata-rata konsumsi harian saat ini berada di angka 188 KL per hari. 

"Angka tersebut juga masih di bawah konsumsi normal pada sebelum pandemi yaitu di angka 233 KL per hari pada bulan Januari," imbuhnya.

Selain menyiapkan SPBU kantong, PT Pertamina (Persero) di Regional Jawa Bagian Tengah juga telah menyiagakan stok BBM jenis Gasoline hingga 12.600 Kiloliter (KL) per harinya.

Jumlah tersebut naik sebesar 8 persen dari rata-rata kebutuhan sebesar 11.750 KL per hari. Namun, jika dibandingkan hari raya natal dan tahun baru 2019, jumlah tersebut berada 11 persen di bawah konsumsi harian tahun lalu yaitu sebesar 14.000 KL. 

Menurut Arya, penurunan prediksi konsumsi BBM jenis gasoline natal dan tahun baru kali ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

"Walaupun pandemi masih melanda Indonesia dan global, namun Pertamina tetap mengaktifkan SATGAS Natal dan Tahun Baru yang telah dimulai semenjak tanggal 7 Desember 2020 kemarin dan akan berakhir pada tanggal 10 Januari 2021," ungkap Arya. 

Sedangkan untuk konsumsi produk lainnya seperti BBM jenis solar (Gasoil), pihaknya memprediksi akan terjadi penurunan sebesar 11 persen dari 5.700 KL menjadi 5.100 KL per hari. 

"Penurunan ini diperkirakan akan terjadi mengingat pengguna kendaraan jenis diesel yang didominasi sektor industri akan libur selama natal dan tahun baru," tambah Arya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved