Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sultan Suryo Alam dan KPAA Begug Poernomosidi Mewisuda Siswa Medharsabda-Pranatacara TKB

Sultan Suryo Alam dan KPAA Begug Poernomosidi Mewisuda Siswa Medharsabda-Pranatacara TKB di Mranggen Demak

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
FOTO BERSAMA - Sejumlah wisudawan Pranatacara-Medharsabda TKB foto bersama sang dwija KRT Mustamin Juniarto MB Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suaranya masih lantang dan tegas. Sanggup berdiri tegak di podium dalam waktu lama meski usia sudah 84 tahun. Mengenakan baju gamis dan celana panjang putih serta blangkon, berdiri di hadapan puluhan wisudawan dan tamu kehormatan di Gedung Serbaguna Kantor Kelurahan Brumbung kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

SERAHKAN KERIS - Panembahan Senopati Suro Agul-Agul H. Begug Poernomosidi berikan cinderamata berupa Keris atau Dhuwung kepada Wirabadra (Pendiri) Pawiyatan Medharsabda - Pranatacara Tri Karsa Budaya Mranggen, Demak dalam acara wisuda di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST)
SERAHKAN KERIS - Panembahan Senopati Suro Agul-Agul H. Begug Poernomosidi berikan cinderamata berupa Keris atau Dhuwung kepada Wirabadra (Pendiri) Pawiyatan Medharsabda - Pranatacara Tri Karsa Budaya Mranggen, Demak dalam acara wisuda di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST) (tribunjateng/ist)

Dialah KPAA Condrokusumo Suro Agul-Agul Begug Poernomosidi, yang tak lain adalah mantan Bupati Wonogiri dua periode. Minggu (20/12) malam, Panembahan Senopati Suro Agul-agul Begug Poernomosidi dan DYMM Sri Sultan Surya Alam Joyokusuma (Glagah Wangi Demak Bintoro) bersama pejabat dan perangkat di Brumbung, mewisuda peserta Pawiyatan Medharsabda-Pranatacara 'Tri Karsa Budaya'.

"Saat ini nasionalisme dan jiwa patriotisme harus terus dikobarkan. NKRI harga mati. Jangan biarkan ada pihak-pihak yang mengganggu keharmonisan persatuan dalam kebhinnekaan RI. Kita bersama harus siap bekerjasama melawan pandemi," tegas Begug disambut tepuk tangan.

WISUDA PRANATACARA - Sejumlah siswa Pranatacara-Medharsabda TKB diwisuda dan dikukuhkan oleh DYMM Sri Sultan Suryo Alam Joyo Kusumo, KPAA Panembahan Senopati Suro Agul-agul H Begug Poernomosidi, KRT Mustamin Juniarto MB, dan pejabat setempat di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam.
WISUDA PRANATACARA - Sejumlah siswa Pranatacara-Medharsabda TKB diwisuda dan dikukuhkan oleh DYMM Sri Sultan Suryo Alam Joyo Kusumo, KPAA Panembahan Senopati Suro Agul-agul H Begug Poernomosidi, KRT Mustamin Juniarto MB, dan pejabat setempat di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (tribunjateng/hermawan handaka)

Begug menyebut, anak muda wisudawan Pranatacara Medharsabda harus punya unggah ungguh, tata krama, sopan santun dan cinta budaya. Kecintaan terhadap budaya lokal dengan nguri-nguri dan terus mempelajari mempraktekkannya adalah bagian dari Cinta kepada Indonesia.

"Jangan kalah dengan saya yang sudah 84 tahun tapi masih sanggup keliling Nusantara untuk bersama mengajak masyarakat mencintai Indonesia," tegas Begug yang punya koleksi ribuan keris itu, pidato berapi-api.

SERAHKAN CINDERAMATA - Serma Muhammad Ajib selaku ketua kelompok siswa (bregada) VI Angkatan 2020 serahkan cinderamata kepada Sang Dwija KRT Mustamin Juniarto MB seusai acara wisuda Pranatacara-Medharsabda TKB di Gedung Serbaguna Kelurahan Brumbung kecamatan Mranggen Demak, Minggu malam (20/12/2020)
SERAHKAN CINDERAMATA - Serma Muhammad Ajib selaku ketua kelompok siswa (bregada) VI Angkatan 2020 serahkan cinderamata kepada Sang Dwija KRT Mustamin Juniarto MB seusai acara wisuda Pranatacara-Medharsabda TKB di Gedung Serbaguna Kelurahan Brumbung kecamatan Mranggen Demak, Minggu malam (20/12/2020) (tribunjateng/ist)

Demikian juga Sultan Surya Alam, yang jauh lebih muda dari Begug, memberikan apresiasi kepada KRT Mustamin selaku pendiri perintis dan pengasuh pawiyatan Tri Karsa Budaya. "Ini banyak siswa yang diwisuda, bukti bahwa masih banyak warga kita yang cinta budaya dan melestarikan warisan adiluhung," kata Sultan Surya Alam, yang (menurut literasi) adalah keturunan Kanjeng sultan Fatah Syah Alam Akbar atau Kanjeng Sulton Adil Suryo Alam I dan Kanjeng Sunan Kalijaga.

SERAHKAN KERIS - Panembahan Senopati Suro Agul-Agul H. Begug Poernomosidi berikan cinderamata berupa Keris kepada Pendiri Pawiyatan Medharsabda - Pranatacara Tri Karsa Budaya Mranggen, Demak, dalam acara wisuda di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST)
SERAHKAN KERIS - Panembahan Senopati Suro Agul-Agul H. Begug Poernomosidi berikan cinderamata berupa Keris kepada Pendiri Pawiyatan Medharsabda - Pranatacara Tri Karsa Budaya Mranggen, Demak, dalam acara wisuda di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST) (tribunjateng/ist)

Dia tegaskan di podium seusai acara wisuda, bahwa selayaknya masyarakat menaati anjuran pemerintah untuk memakai masker. Boleh percaya atau tidak silakan itu hak tiap orang, tapi yang jelas, masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah. "Maka saya hadir di sini juga memakai masker," kata Sri Sultan Surya Alam yang sering berpakaian serba hitam dan blangkon juga hitam ini.

FOTO BERSAMA - Sejumlah siswa Pranatacara-Medharsabda TKB foto bersama sang dwija KRT Mustamin Juniarto MB,  di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST)
FOTO BERSAMA - Sejumlah siswa Pranatacara-Medharsabda TKB foto bersama sang dwija KRT Mustamin Juniarto MB, di Brumbung, Mranggen, Demak, Minggu (20/12) malam. (TRIBUNJATENG/IST) (tribunjateng/ist)

Acara wisuda ini juga selayaknya wisuda di universitas. Peserta pawiyatan pranatacara dan medharsabda berasal dari berbagai profesi, ada TNI, Polri, Guru, PNS, Penjahit, Pedagang, Pelaku UMKM dan lain-lain. Mereka mengenakan pakaian seragam atela warna biru, jaritan, blangkon dan keris lengkap serta sendal selop.

Satu persatu dipanggil ke panggung untuk disematkan kalung wisuda, pin, serta diserahkan ijazah dan buku pedoman pranatacara. Acara berlangsung meriah diiringi tabuhan gamelan grup karawitan.

"Diwisuda bukan berarti berhenti belajar dan latihan. Justru wisuda adalah awal dimulainya "gladhen" menjadi pranatacara medharsabda sekaligus mengemban amanah kebudayaan Jawa yang adiluhung," tutur KRT Mustamin sang Dwija Tri Karsa Budaya. (her/wid)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved