Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Tangis Gus Shidqi saat Dengar Soal Gus Yasin, Teringat Pesan Mbah Moen: Hati Ini Sakit Luar Biasa

Yang membuat kagum, Gus Yasin justru menenangkan pendukungnya agar tidak tersulut emosi

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng
Wagub Jateng, Gus Yasin 

"Maka ketika mendengar Lek Yasin (Gus Yasin) tidak bisa maju dalam percaturan calon Ketua Umum PPP, mata saya langsung 'mbrebes mili'. Menangis," kata Gus Shidqi

Yang membuat kagum, Gus Yasin justru menenangkan pendukungnya agar tidak tersulut emosi.

"Lek Yasin malah yang ngadem-ngademi untuk tidak emosi," imbuhnya.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suharso Monoarfa terpilih menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2020-2025 secara aklamasi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini terpilih saat Muktamar ke-IX PPP yang dihelat di Makasar 18-20 Desember kemarin.

Namun, terpilihnya Suharso yang sebelumnya menjadi Plt Ketua Umum PPP ini, menyisakan kesedihan dan kekecewaan dari sejumlah kader. Terutama dari pihak Taj Yasin Maimoen.

Seperti diketahui, Taj Yasin, sebelumnya mendeklarasikan ikut dalam bursa pencalonan ketua umum. Gus Yasin, panggilannya, juga telah didukung DPW dari beberapa provinsi.

Kesedihan diungkapkan keponakan Gus Yasin yang juga anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP, Muhammad Shidqi, dalam akun Instagram-nya.

Ia menuliskan, pernah mendengar dari KH Abdullah Ubab Maimoen (anak tertua KH Maimoen Zubair) yang merupakan pamannya, bahwa Gus Yasin merupakan wakaf dari Mbah Moen untuk jalur politik di PPP.

"Maka ketika mendengar Lek Yasin (Gus Yasin) tidak bisa maju dalam percaturan calon Ketua Umum PPP, mata saya langsung 'mbrebes mili'. Menangis," kata Gus Shidqi, sapaannya, dikutip Tribun Jateng, Senin (21/12/2020).

Gus Shidqi merupakan cucu dari Mbah Maimoen. Dia putra dari pasangan KH Mustofa Aqiel Siradj dan Nyai Shobihah Maimoen yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Khas Kempek, Gempol, Cirebon, Jawa Barat.

"Hati ini sakit luar biasa. Sebab sama seperti saya. Sebagian besar pemilih PPP, khususnya di Jawa, melihat setelah ketiadaan sosok Mbah Moen, Gus Yasin-lah yang menjadi dijadikan panutan dan suri tauladan bagi pelaku politik," ucapnya.

Menurutnya, semua bisa terjadi dalam dunia politik. Bahkan, Gus Yasin justru menenangkan pendukungnya agar tidak tersulut emosi.

"Lek Yasin malah yang ngadem-ngademi untuk tidak emosi," imbuhnya.

Seperti diketahui, Gus Yasin tidak bisa maju calon ketua umum. Tidak diketahui secara pasti musabab Wakil Gubernur Jawa Tengah ini gagal dalam bursa ketua umum.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved