Breaking News:

Berita Batang

Greenpeace Desak Pemerintah Tegas Atas Ceceran Batubara di Pesisir Roban Timur Kabupaten Batang

Organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace, bersuara menanggapi ceceran batu bara yang mengakibatkan rusaknya alat tangkap nelayan Roban Timur Kabupat

TribunJateng.com/Budi Susanto
Seorang nelayan asal Roban Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, memungut batu bara yang tersangkut di alat tangkap ikan, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace, bersuara menanggapi ceceran batu bara yang mengakibatkan rusaknya alat tangkap nelayan Roban Timur Kabupaten Batang. 

Greenpeace pun mengecam kejadian itu, karena menimbulkan kerugian bagi nelayan dan kerusakan lingkungan. 

Pasalnya selain merusak alat tangkap ikan, batu bara juga mengandung unsur berbahaya bagi ekosistem laut. 

Dipaparkan sagu di antara aktivis Greenpeace, Dinar Bayu, asam sulfat akan keluar jika batu bara bercampur dengan air laut. 

"Asem tersebut membahayakan dan merusak ekosistem laut.

Imbasnya, biota laut mati atau pergi, dan tangkapan nelayan di sekitar PLTU berkurang karena laut tercemar," terangnya, Rabu (23/12/2020).

Dilanjutkannya, hewan laut sangat sensitif terhadap perubahan asam yang terkandung dalam air laut. 

"Kalau ikan hilang pastinya merugikan nelayan, mereka harus menambah biaya operasional untuk mencari ikan lebih jauh dari biasanya," paparnya. 

Ia menegaskan, Greenpeace mendesak pemerintah untuk melakukan penegasan atas kejadian ceceran batu bara dari kapal PLTU Batang

"Hingga saat ini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

Padahal banyak nelayan yang dirugikan," jelasnya. 

Menurutnya, PLTU Batang juga melanggar aturan yeng telah ditetapkan karena membuang limbah lumpur di arel yang kurang dari 12 mil dari bibir pantai. 

"Seperti kejadian beberapa waktu lalu soal pembuangan lumpur yang dikeluhkan nelayan, dan sekarang, ditambah ceceran batu bara di wilayah yang digunakan nelayan menangkap ikan," tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved