Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

Menjelang Nataru, Harga Sayuran di Temanggung Melonjak hingga 2 kali Lipat

Selain itu, harga komoditi wortel juga mengalami kenaikan dari Rp 7.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
Seorang pembeli bertanya harga cabai kepada pedagang di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG -  Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, harga sejumlah sayuran di pasaran Temanggung melonjak drastis. Beberapa komoditi sayuran bahkan tembus 2 kali lipat.

Pantauan di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, harga kubis naik Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram.

Sementara harga tomat naik Rp 6.000 per kilogram, dari harga semula Rp 8.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram.

Selain itu, harga komoditi wortel juga mengalami kenaikan dari Rp 7.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Seorang pedagang sayur di pasar tersebut, Mayunah (60) mengatakan, kenaikan harga sayuran juga terjadi pada komoditi cabai. Katanya, harga cabai termahal adalah cabai keriting merah yang dijual Rp 70.000 per kilogram.

Kenaikan rata-rata harga cabai keriting merah dalam beberapa pekan terakhir mencapai Rp 2.000 - Rp 5.000 per kilogram per hari.

Harga tersebut diprediski akan terus merangkak naik seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat hingga perayaan momen tahun baru 2021 nanti. "Untuk cabai, harga paling tinggi cabai keriting merah memang, saat ini dijual dengan harga Rp 70.000 per kilogram," terang Mayunah, Rabu (23/12/2020).

Selain cabai keriting merah, kata Mayunah, beberapa jenis cabai lainnya juga mengalami kenaikan. Seperti halnya harga cabai setan merah yang dibadrol Rp 50.000 per kilogram, naik Rp 10.000 dari harga sebelumnya. Untuk harga cabai rawit naik Rp 5.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram.

"Beberapa hari terakhir naik terus bertahap. Dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000," katanya.

Pedagang lain, Nur Faizah menambahkan, kenaikan harga juga dialami pada jenis cabai rawit hijau. Katanya, cabai rawit hijau niak dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000.

"Semua jenis cabai harganya naik. Naiknya bisa mencapai Rp10.000 per kilogram mendekati natal dan tahun baru ini," tuturnya. 

Kata Nur Faizah, kenaikan harga sayuran kali ini diperkirakan karena tingkat kebutuhan masyarakat naik, sedangkan pasokan sayuran dari petani lokal masih belum mencukupi kebutuhan pasar.

"Sayuran dari Temanggung sendiri masih sedikit, biasanya juga ambil di Magelang, Wonosobo, juga di Bandungan Kabupaten Semarang. Bisa dibilang baru panen raya tembakau, sayurannya belum banyak yang panen," terangnya.

Seorang pembeli, Warningsih (40) mengaku tak begitu kaget dengan kenaikan harga sayuran. Katanya, harga tersebut akan kembali normal ketika tanaman sayuran di Temanggung mulai panen.

"Yang perlu dilakukan ya menghemat kebutuhan sayuran sementara ini. Kalau ditinggalkan pasti gak bisa, karena sudah kebutuhan. Kita kurangi stok kebutuhan sayur, kita ganti dengan yang lain. Jadi tetap seimbang," terangnya.

Sementara pantauan harga bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, ikan dan beberapa daging-dagingan di sejumlah toko dan pasar masih stabil. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved