Breaking News:

Wabah Virus Corona

Sempat Jadi Tempat Teraman di Dunia dari Covid-19, Kini Antartika Muncul Kasus Virus Corona Pertama

Antartika, yang sempat menjadi satu-satunya benua yang tidak terkena pandemi virus corona, dilaporkan telah mencatat kasus Covid-19 pertamanya.

Editor: m nur huda
WIKIMEDIA COMMONS/Gary Bembridge
lustrasi stasiun penelitian di benua Antartika. Setiap musim panas, ribuan ilmuwan dari berbagai negara berkumpul untuk melakukan penelitian di banyak bidang sains. Antartika benua es bebas Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM - Antartika, yang sempat menjadi satu-satunya benua yang tidak terkena pandemi virus corona, dilaporkan telah mencatat kasus Covid-19 pertamanya.

Di benua tersebut, ditemukan 36 orang yang terinfeksi Covid-19 yang berasal dari stasiun penelitian Chile sebagaimana dilansir dari The Guardian, Selasa (22/12/2020).

Di antara orang-orang yang terinfeksi Covid-19 tersebut, 26 orang merupakan personel tentara Chile dan 10 pekerja pemeliharaan.

Baca juga: Ditunjuk Jadi Menteri Agama, Gus Yaqut Ingin Agama Jadi Inspirasi Kebaikan Bukan Alat Politik

Baca juga: Ditunjuk Jadi Mensos Gantikan Juliari Batubara, Risma Bakal Segera Benahi Data Bansos

Baca juga: Anggota DPRD Ditangkap BNN di Bandara Lantaran Bawa Sabu 5 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Komnas HAM Temukan Bercak Darah & Bekas Sajam di Mobil Polisi, Kaca Mobil Laskar FPI Rusak

Media berbahasa Spanyol pertama kali melaporkan wabah di pangkalan penelitian Jenderal Bernardo O’Higgins Riquelme milik Chile pada Senin (21/12/2020).

Melalui sebuah pernyataan, militer Chile mengatakan bahwa hasil pengetesan tersebut dilakukan tepat waktu sehingga memungkinkan untuk melakukan tindakan lebih lanjut. Dilaporkan bahwa tiga anggota awak di sebuah kapal yang mengirim perbekalan ke pangkalan tersebut juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona sekembalinya menjalankan misi dari Antartika. Ke-36 orang yang dinyatakan positif Covid-19 telah dievakuasi ke kota Punta Arenas di Chile. Di sana, menjalani isolasi dan kondisi mereka dilaporkan dalam keadaan baik. ABC melaporkan, Jenderal Bernardo O’Higgins Riquelme adalah salah satu dari 13 pangkalan penelitian milik Chile di Antartika.

Konsekuensi dari temuan kasus Covid-19 di Antartika harus dibayar dengan mahal. Pasalnya, kegiatan penelitian di benua tersebut harus dihentikan. Para ilmuwan dari seluruh dunia yang melakukan penelitian di Antartika harus berhenti.

Antartika merupakan benua yang tidak dimiliki oleh negara mana pun. Benua ini juga tidak memiliki pemerintahan bahkan tidak memilik penduduk tetap. Namun demkian, sekitar 1.000-an peneliti dan pengunjung lainnya tinggal di pulau itu selama musim dingin, menurut Associated Press.

Pada Maret, ketika dunia dilanda penyebaran Covid-19 yang masif, virus corona dapat menjadi bahaya yang sangat besar bila sampai masuk ke Antartika. Beruntungnya, benua tersebut mencatatkan nol kasus Covid-19 sejak pandemi merebak. Bahkan, benua tersebut sempat disebut sejumlah media sebagai tempat teraman di muka bumi karena tidak ada kasus Covid-19. Namun, cerita di Antartika kini menjadi berbeda setelah adanya kasus pertama Covid-19. Dengan angin terkuat dan suhu terdingin di dunia, benua seukuran Amerika Serikat dan Meksiko tersebut sudah berbahaya bagi para pekerja di pangkalannya selama 40 tahun.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Dijuluki Tempat Teraman, Antartika Catatkan Kasus Covid-19 Pertama"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved