Breaking News:

Berita Viral

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Pakar Peringatkan Potensi Virus Baru yang Lebih Mematikan

"Kami sekarang berada di dunia di mana patogen baru akan keluar," kata Prof Muyembe Tamfum kepada CNN

Tribun Bali
Ilustrasi Virus Corona 

Namun, para peneliti sekarang percaya bahwa sebenarnya penghancuran keanekaragaman hayati oleh umat manusialah yang menciptakan kondisi untuk virus dan penyakit baru, seperti Covid-19, berkembang.

“Kita menyerang hutan tropis dan habitat liar lainnya, yang menampung begitu banyak spesies hewan dan tumbuhan, dan di dalam makhluk itu, begitu banyak virus yang tidak dikenal,” tulis David Quammen, penulis Spillover: Animal Infections and the Next Pandemic, di New York Times.

“Kita menebang pohon, kita membunuh hewan atau mengurung mereka dan mengirimkannya ke pasar. Kita mengganggu ekosistem, dan melepaskan virus dari inang alaminya. Ketika itu terjadi, mereka membutuhkan tuan rumah baru," paparnya. "Seringkali, kita melakukannya," imbuhnya.

Penyakit virus Ebola, yang sebelumnya disebut demam berdarah Ebola, adalah infeksi virus yang terjadi pada manusia dan primata.

Virus yang telah membunuh puluhan ribu orang di Afrika, merupakan bagian dari keluarga Filoviridae, yang juga termasuk virus Marburg.

Sampai saat ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi 5 jenis Ebola, yang mna 4 di antaranya diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Reservoir alami atau inang virus dianggap berada di kelelawar buah. Primata non-manusia adalah inang sekunder.

Sedangkan manusia, yang berdampak munculnya gejala yang fatal, artinya kemungkinan besar tidak menjadi reservoir.

Virus Ebola pertama kali diidentifikasi oleh tim ilmuwan di tempat yang kemudian disebut Zaire, sekarang dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo, pada 1976.

Infeksi telah tercatat pada manusia melalui kontak dengan simpanse, gorila, kelelawar buah, monyet, antelop hutan, dan landak yang terinfeksi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pakar Peringatkan Potensi Virus Baru Lebih Mematikan Muncul Usai Pandemi Covid-19

Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved