Breaking News:

Berita Demak

Gerakan Solidaritas Perempuan Berdonasi ke Warga Sayung Demak

Mereka melakukan sejumlah aksi yang menyasar kepada warga yang terdampak krisis perubahan iklim di Desa Timbulsloko.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Berbagai lembaga peduli perempuan menyalurkan bantuan sembako ke 170 Keluarga di Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Sabtu (26/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gerakan solidaritas perempuan digencarkan berbagai lembaga di Kota Semarang di antaranya LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Semarang, Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI),Koalisi Rakyat Untuk Keadialan Perikanan (KIARA) , Puspita Bahari, Yayasan Paralegal Pertiwi dan Serikat Pekerja Rumah Tangga Merdeka Kota Semarang. 

Mereka melakukan sejumlah aksi yang menyasar kepada warga yang terdampak krisis perubahan iklim di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Sabtu (26/12/2020).

“Di saat peran negara sangat penting hadir untuk rakyat yang terdampak krisis iklim namun negara tidak menganggap bencana iklim yang menimpa masyarakat pesisir sebagai bencana. 

sehingga gerakan solidaritas perempuan gencar menggalang donasi untuk membantu rakyat yang terdampak krisis iklim,” ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang,Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Kegiatan yang bertemakan “Solidaritas Gerakan Perempuan di Masa Pandemi Covid 19 dan Dampak Bencana Iklim” menghimpun dana dari para donatur pada 1 Desember 2020 hingga 24 Desember 2020 . 

Sebelumnya mereka juga menggalang donasi pakaian layak pakai untuk perempuan korban kekerasan selama Pandemi Covid 19 dari 28 Oktober 2020 hingga 30 November 2020. 

Dijelaskan Ayu, masih ada warga di Provinsi 
Jawa Tengah terdampak bencana iklim antara lain Dukuh Timbulsloko.

Daerah tersebut merupakan satu di antara dukuh yang berada di Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, dengan warga rata-rata bekerja sebagai petani 
dan nelayan.

Rumah-rumah di Dukuh Timbulsloko mulai tahun 2010 telah terendam oleh air 
laut, akibat abrasi dari ulah manusia yang melakukan perusakan lingkungan dan sampai sekarang genangan air laut di Dukuh Timbulsloko belum kunjung surut.

"Sekaligus belum adanya langkah responsif dari pemerintah terkait alternatif tempat tinggal rumah untuk Warga Dukuh Timbulsloko, sehingga membuat warga tetap bertahan hidup dengan air laut yang semakin menenggelamkan rumah mereka," terangnya. 

Dia mengatakan, hasil donasi diserahkan ke 170 Keluarga di Dukuh Timbulsloko.

Donasi yang telah terkumpul  yaitu 170 paket sembako, 617 Pakaian Dewasa, 134 Pakaian Anak layak pakai.

Uang yang telah diterima dengan total Rp 5.830.000, akan dibelanjakan dalam bentuk sembako.

"Terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi kepada warga yang terdampak perubahan iklim," bebernya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved