Breaking News:

Berita Otomotif

Lazim Dilakukan Pengendara Motor Kopling, Padahal Akibatnya Bisa Fatal Lho. . .

Kemudian untuk yang agresif, tangan kiri stand by di tuas kopling karena merasa tarikan motor bisa lebih responsif

Stanly/Otomania
Ilustrasi tuas kopling motor 

TRIBUNJATENG.COM – Motor sport atau tangki biasanya menggunakan kopling manual di sisi kiri setang.

Ketika mau mengganti gigi, tuas kopling ditarik oleh tangan kiri, baru memasukkan gigi selanjutnya.

Namun, ada kebiasaan yang salah dan lazim dilakukan oleh beberapa pengendara motor manual, yaitu menaruh tangan kirinya di tuas kopling walaupun tidak ingin mengganti gigi.

Kebiasaan ini seharusnya bisa dihindari demi keselamatan pengendara motor.

Baca juga: Video Viral Mbak Via Penjual Sayur Cantik di Pati demi Cintanya pada Ibu

Baca juga: Ingat Oknum Polisi yang Minta Dilayani Cewek Open BO dan Minta Uang? Kapolda Umumkan Hukumannya

Baca juga: Nia Ramadhani Beberapa Kali Dilabrak Senior, Kakaknya Sampai Turun Tangan

Baca juga: Update Corona Kota Semarang Sabtu 26 Desember 2020

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, biasanya ada dua model pengendara motor yang sering menaruh tangan kirinya di tuas kopling, pemula dan agresif.

O
Test Ride Honda CB150 Verza(istimewa)

“Untuk pemula, biasanya dia tidak yakin dengan laju motornya, sehingga selalu takut akan kemampuan rem dan mesin motor mati. Jadi dia selalu bersiap-siap menekan tuas kopling,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Kemudian untuk yang agresif, tangan kiri stand by di tuas kopling karena merasa tarikan motor bisa lebih responsif.

Tuas kopling ditarik dan lepas untuk efek akselerasi, namun ada bahaya yang mengancam dari kebiasaan buruk ini.

“Bahayanya mudah selip saat kondisi stop & go, kampas kopling cepat aus atau terbakar dan bergeraknya kasar, tidak smooth,” kata Sony.

Selain itu, Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, menarik kopling saat menemui tikungan juga kebiasaan yang sangat berbahaya karena kondisi free wheel yang menjadikannya sulit dikendalikan.

“Ketika berkendara di tikungan kebiasaan tarik kopling akan membuat motor menjadi netral, tidak ada engine brake sehingga keseimbangan akan lebih sulit dikendalikan,” kata Agus kepada Kompas.com.

B
Yamaha XSR 155 cafe racer(Foto: Istimewa)

Kemudian, ditakutkan karena kebiasaan tangan kiri yang stand by di tuas kopling, ketika ingin rem mendadak, malah menarik kopling yang membuat motor lebih sulit untuk dikurangi kecepatannya.

“Ketika mau rem mendadak juga kopling adalah hal terakhir yang ditarik, agar mesin membantu pengereman,” ucap Agus. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebiasaan Buruk Pengendara Motor Kopling yang Lazim"

Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved