Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

PSG Pati Resmi Diluncurkan, dari Putra Sinar Giri Menjadi Putra Safin Group

Seremoni peluncuran PSG Pati dilakukan di The Safin Hotel, Sabtu (26/12/2020).

Tayang:

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Seremoni peluncuran PSG Pati dilakukan di The Safin Hotel, Sabtu (26/12/2020).

Saiful Arifin sudah mengakuisisi klub Liga 2, Putra Sinar Giri (PSG) Gresik dan mengubah namanya menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati.

Pria yang akrab disapa Safin ini resmi menjadi pemilik PSG Pati.

Adapun jajaran manajemen dinakhodai oleh Doni Setiabudi yang akrab disapa Kang Jalu.

Jajaran kepelatihan dipimpin oleh pelatih berpengalaman Ibnu Grahan.

PSG Pati mendeklarasikan julukan Laskar Kembang Joyo dan nama kelompok pendukung (supporter) Bala Yodha.

Klub ini akan bermarkas di Gelora Soekarno Mojoagung, Kecamatan Trangkil.

PSG Pati dijadwalkan mulai bertanding pada Februari mendatang.

Tim ini akan bertanding di Grup C melawan PSPS Riau, Mitra Kukar, Martapura, Tiga Naga, dan PSIM Yogyakarta.

Pertandingan berformat home tournament ini akan berlangsung di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Seremoni dipandu oleh pembawa acara olahraga kondang, Tio Nugroho.

Selain menghadirkan jajaran manajemen baru, acara ini juga menghadirkan jajaran manajemen PSG lama.

Termasuk pendiri PSG Gresik, Bisri Affandi.

Bisri mempercayai bahwa Safin merupakan sosok yang mumpuni untuk membawa PSG.

“Beliau meyakinkan saya dengan progres, kepelatihan, dan sistem manajemen yang ternyata jauh lebih profesional. Jujur saya ada rasa sedih, tapi juga bangga. Saya ikhlas dan rela PSG Gresik menjadi PSG Pati. Saya lihat (di tangan Safin PSG) tiga sampai empat level lebih profesional. Saya bangga PSG di tangan yang tepat,” ujar dia.

Bisri menceritakan bahwa peluncuran PSG Gresik dahulu sangat sederhana, tempatnya hanya di warung.

Kini dia menunjukkan apresiasinya bahwa PSG Pati bisa diluncurkan di hotel yang cukup megah.

“Sekarang launching (klub) sekelas liga 2 bisa di hotel semegah ini. Hanya sedikit klub liga 2 yang launchingnya bisa sekelas ini. Saya pikir saya cukup gila bakar uang untuk sepak bola. Ternyata Kangmas Saiful Arifin jauh lebih gila bakar uangnya,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Bisri juga meminta maaf pada warga Gresik atas adanya perpindahan klub ini.

Saiful Arifin menegaskan bahwa dirinya memboyong PSG ke Pati tiada lain adalah demi menaikkan marwah Kabupaten Pati.

“Saya menghadirkan PSG Pati ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di Indonesia ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Salah satunya ada di Pati. Itu kan hebat. Tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional. Saya ingin Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional,” papar pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.

Safin menambahkan, upaya yang ia lakukan ini juga tak lepas dari tujuan promosi daerah.

Dengan adanya klub liga 2, Pati akan lebih banyak mendapat sorotan media.

“Ada banyak media promosi. Salah satunya melalui sepak bola ini. Nanti orang akan mulai bertanya, oh, Pati? Pati di mana? Potensinya apa sih? Kita promosikan daerah dari situ,” kata dia.

Ditanya mengenai target, ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin muluk-muluk.

Ia menyadari bahwa tidak mungkin, atau setidaknya sangat sulit, untuk tiba-tiba promosi ke Liga 1.

Ia menyadari bahwa perlu upaya jangka panjang untuk itu. 

“Karena itu akan kami rapikan manajemen dan sistem kepelatihan dulu. Kemudian kami pandu bakat-bakat, terutama yang ada di desa-desa,” tandas dia.

Safin berharap, tahun 2021 mendatang kepolisian memberikan izin bergulirnya liga sekalipun dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Manajer PSG Pati Doni Setiabudi menuturkan, konsentrasinya saat ini ialah membentuk klub yang lebih profesonal.

Caranya ialah melakukan pengelolaan manajemen yang baik, menyediakan sarana-prasarana yang baik, dan memberikan kesempatan bagi para pemain muda, khususnya di Indonesia.

“Kami berencana melakukan seleksi di beberapa kota untuk memberi kesempatan pada pemain muda potensial di daerah-daerah yang selama ini mungkin belum terjangkau,” kata pira yang akrab disapa Kang Jalu ini.

Ia menyadari setiap tim pasti menginginkan promosi.

Namun demikian, ia berkomitmen untuk menguatkan pondasi tim secara keseluruhan terlebih dahulu.

Dengan demikian, ketika suatu saat promosi nanti, PSG Pati akan selalu bertahan di Liga 1. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved