Breaking News:

Berita Kendal

Pendapatan Daerah Sektor Pariwisata Kendal Turun 70 Persen, Ini Penyebabnya

Pendapatan daerah dari 3 sektor pariwisata yang dikelola Pemkab Kendal pada 2020 turun hingga 70 persen.

TRIBUBJATENG/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pengunjung memadati Pantai Sendang Sikucing untuk berburu kerang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pendapatan daerah dari 3 sektor pariwisata yang dikelola Pemkab Kendal pada 2020 turun hingga 70 persen. Sebelumnya, Pemkab Kendal menarget Rp 1,9 miliar didapatkan dari 3 objek wisata, meliputi Pantai Sendang Sikucing, Curug Sewu, dan juga kolam renang Boja.

Terdampak pandemi Covid-19, semua

Sejumlah pengunjung memadati Pantai Sendang Sikucing untuk berburu kerang beberapa waktu lalu.
Sejumlah pengunjung memadati Pantai Sendang Sikucing untuk berburu kerang beberapa waktu lalu. (TRIBUBJATENG/SAIFUL MA'SUM)

wisata kelolaan Pemkab Kendal tutup sejak Maret dan dibuka kembali pada Agustus. Sehingga, pendapatan retribusi karcis dari 3 tempat wisata tersebut hanya tercapai Rp 600 juta.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disporapar Kendal, Kardiantomo mengatakan, Rp 600 juta didapatkan setelah dua tempat wisata Sendang Sikucing dan Curug Sewu dibuka pada pertengah tahun. Sedangkan tempat wisata kolam renang Boja baru menjalani uji coba operasional sejak 13 November lalu.

"Untuk wisata air memang baru dibolehkan beroperasi namun masih tahap uji coba. Sehingga pengunjungnya masih sedikit. Perlahan untuk kolam renang di Boja pada awal tahun nanti kita coba maksimalkan pengunjungnya dengan memperketat protokol kesehatannya," terangnya, Minggu (27/12/2020).

Kardiantomo tidak memungkiri bahwa turunnya target pendapatan dikarenakan 2 faktor. Pertama, tiga tempat wisata milik Pemda tutup selama 5 bulan dampak pandemi Covid-19 sehingga tidak ada pemasukan. Dan kedua, meski tempat wisata kembali dibuka sejak Agustus lalu, namun dibuka dengan pembatasan waktu dan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas yang ditentukan.

"Pada 2021 nanti, kami harap target Rp 1,9 miliar tercapai. Namun tidak bisa dipaksakan karena pandemi Covid-19 sepertinya masih berlangsung. Kami berharap 30-an daya tarik wisata di Kendal baik yang dikelola swasta maupun pemerintah tetap mendukung upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Sektor perekonomian tetap berjalan, pencegahan juga dilakukan, tidak boleh tledor," ujarnya. 

Staf pengelola tempat wisata Pantai Sendang Sikucing, Mustakim menambahkan, sepanjang 2020, Pantai Sendang Sikucing hanya bisa buka 7 bulan, sehingga pendapatan operasional turun hingga 50 persen.

Kata Mustakim, Pantai Sendang Sikucing ditarget Rp 300 juta selama satu tahun. Karena terdampak pandemi Covid-19, hingga mendekati tutup tahun baru terkumpul Rp 150 juta.

Pihaknya berharap target yang telah ditentukan bisa tercapai kembali pada operasional 2021 mendatang.

"Saat ini masih dalam pembatasan pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas 10.000 orang. Setelah dibuka Agustus lalu, rata-rata pengunjung tiap bulan mencapai 4.000 orang dengan pendapatan Rp 24 juta per bulan. Hari-hari biasa pengunjung hanya 20-80 orang, kalau akhir pekan bisa mencapai 400-700 orang. Semoga ke depan bisa kembali capai target untuk mejalankan program untuk penanggulangan abrasi pantai," harapnya. (*)
 

--

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved