Breaking News:

Berita Purbalingga

Prihatin Pandemi dan Bencana Alam, Pemkab Purbalingga Tegaskan Larangan Perayaan Tahun Baru

Pemkab Purbalingga larang kegiatan perayaan pergantian tahun baru yang berpotensi melahirkan kerumunan. 

IST
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi 

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Purbalingga Imam Wahyudi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melarang kegiatan perayaan pergantian tahun baru yang berpotensi melahirkan kerumunan

Melalui Surat Edaran (SE) Bupati Purbalingga Nomor 300 / 23852 Tanggal 23 Desember 2020 perihal Intensifikasi Penerapan Prokes Covid-19 dan Larangan Perayaan Tahun Baru 2021, Pemkab mengeluarkan edaran larangan perayaan tahun baru 2021.  Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang masih mengganas di Purbalingga. 

SE tersebut ditujukan kepada para pemilik atau pengelola perusahaan, objek wisata, hotel atau restoran, toko, usaha hiburan maupun Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata  Se-Kabupaten Purbalingga. 

Imam mengatakan, Pemkab pun tidak akan menyelenggarakan kegiatan perayaan tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya. 

"Kita masih dalam suasana pandemi Covid 19. Untuk itu hindari kerumunan, " katanya, Senin (28/12/2020) 

Keluarnya edaran larangan perayaan tahun baru itu bukan tanpa sebab. Menurut Imam, saat ini masyarakat masih dilanda pandemi Covid 19. Terlebih kasus positif Covid 19 di Kabupaten Purbalingga masih tinggi sejauh ini. 

Alasan lainnya, menurut Imam, selain dicekam pandemi, akhir-akhir ini di Kabupaten Purbalingga terjadi bencana alam semisal banjir atau longsor. Bencana alam itu tak ayal membuat beban masyarakat kian berat di saat pandemi masih berlangsung. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menunjukkan rasa prihatin atas situasi sulit saat ini, serta empati yang mendalam terhadap korban bencana alam. 

Imam mengatakan, tahun baru 2021 justru baiknya menjadi ajang refleksi bagi masyarakat. Perenungan itu alangkah baiknya disertai doa bersama kepada Yang Maha Kuasa agar pandemi segera berakhir. 

"Berdoa agar Covid 19 segera berakhir. Dan bencana tertangani serta tidak terjadi lagi, " katanya

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian maupun TNI untuk mengawasi aktivitas warga di malam pergantian tahun baru. Patroli gabungan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada euforia tahun baru atau kegiatan yang mengundang kerumunan

Terkait sanksi bagi pembuat atau peserta kerumunan, pihaknya menyerahkannya ke aparat berwajib. Sanksi pidana bagi orang yang menghalangi penyelanggaraan kekarantinaan Kesehatan telah diatur dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

Adapun Pemerintah daerah sudah mengatur sanksi bagi pelanggar protokol Kesehatan, baik denda hingga sanksi moral semisal kerja sosial sebagai efek jera. 

"Peraturan yang memungkinkan sanksi terkait kerumunan kewenangan aparat, " katanya

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved