Breaking News:

Berita Salatiga

Dukung Pendidikan Inklusif, Pemkot Salatiga Dirikan Unit Layanan Disabilitas 

Dalam rangka mendukung penerapan pendidikan inklusif Pemkot Salatiga mendirikan Smart Resources Center.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat meninjau sejumlah fasilitas di SECARA dan Galeri Inovasi Pendidikan di Jalan Stadion Kelurahan Kalicacing Salatiga, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka mendukung penerapan pendidikan inklusif Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga secara resmi mendirikan Smart Resources Center (SRC), Selasa (29/12/2020).

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan SRC sangat dibutuhkan masyarakat sebagai jendela informasi bagi setiap sekolah yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus.

"Karena sekarang ini yang dibutuhkan itu adalah inovasi untuk mencari solusi serta berpikir kreatif. Maka SRC kami jadikan satu bangunan dengan Galeri Inovasi Pendidikan Salatiga," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi Gedung Eks. UPT Sidomukti, Jalan Stadion Kelurahan Kalicacing Salatiga, Selasa (29/12/2020).

Yuliyanto mengajak para orang tua siswa agar tidak malu apabila memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karenanya, anak tersebut harus menikmati pendidikan yang layak dan tanpa diskriminasi.

Ia menambahkan, Pemkot Salatiga secara regulasi dalam mendukung terwujudnya sekolah inklusif telah mengatur ke dalam Perwali mengenai pendidikan anak-anak  berkebutuhan khusus. 

"Disamping itu, dari Dinas Pendidikan juga sudah banyak kegiatan yang digelar bagi anak berkebutuhan khusus. Yang perlu didorong sekarang adalah kesadaran orang tua siswa, orang tua jangan merasa malu. Kita harus memberikan bimbingan dan dorongan  kepada anak agar bisa berkreasi dan menikmati  pendidikan dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengungkapkan terdapat sekira 600 siswa dengan kategori berkebutuhan khusus atau difabel maupun penyandang disabilitas.

Pihaknya menyatakan, SRC merupakan lembaga non struktural yang melakukan pendidikan dibidang inklusi pada jenjang PAUD dan SD.

"Sebagai pusat pelayanan pendidikan inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan tempat pameran karya. Kemudian wisata edukasi bagi para siswa dan masyarakat Kota Salatiga," ujarnya 

Yuni menjelaskan, kedepan SRC akan dilengkapi ruang terapi dan perawatan. Menurut dia, siswa ABK memiliki kelebihan terbukti sejumlah prestasi juga banyak dicapai para siswa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved