Breaking News:

Berita Batang

Proyek Gor Indoor Batang Dipastikan Molor, Pengembang Akan Kena Denda Rp 13 Juta per Hari

Proyek pembangunan Gor Indoor Batang dipastikan molor dari target yang ditentukan 31 Desember 2020.

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Bupati Batang Wihaji, saat meninjau pembangunan Gor indoor Batang di Jalan Dr Sutomo, Selasa (3/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pembangunan Gor Indoor senilai Rp 15,5 miliar dipastikan tak rampung sesuai target. 

Hal itu dikarenakan sejumlah material hingga kini juga belum diterima pihak pengembang. 

Selain itu, cuaca juga menjadi kendal dalam pembangunan Gor Indoor Batang ditargetkan rampung pada 31 Desember 2020, dengan waktu pengerjaan 109 hari itu. 

Bupati Batang Wihaji, saat meninjau pembangunan Gor indoor Batang di Jalan Dr Sutomo, Selasa (3/11/2020).
Bupati Batang Wihaji, saat meninjau pembangunan Gor indoor Batang di Jalan Dr Sutomo, Selasa (3/11/2020). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Diterangkan Kabid Tata Bangunan Lingkungan DPUPR Kabupaten Batang, Satrio Rah Wicaksono, atas keterlambatan itu pihak pengembang akan terkena denda. 

"Sesuai MoU pengembang akan dikenakan denda Rp 13 juta per hari, dan akan dibayarkan tahun depan," jelasnya, Selasa (29/12/2020).

Ia menuturkan, 31 Desember atap diwacanakan rampung, namun hingga kini penutup atap yang masih belum terkirim. 

Tinjauan yang dilakukan Pemkab Batang ke lokasi pembangunan Gor Indoor Batang, Selasa (3/11/2020).
Tinjauan yang dilakukan Pemkab Batang ke lokasi pembangunan Gor Indoor Batang, Selasa (3/11/2020). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)
Sejumlah pekerja tengah sibuk memindahkan material dalam pembangunan Gor Indoor Batang, Selasa (3/11/2020).
Sejumlah pekerja tengah sibuk memindahkan material dalam pembangunan Gor Indoor Batang, Selasa (3/11/2020). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)
Bupati Batang Wihaji, saat meninjau pembangunan Gor indoor Batang di Jalan Dr Sutomo, Selasa (3/11/2020).
Bupati Batang Wihaji, saat meninjau pembangunan Gor indoor Batang di Jalan Dr Sutomo, Selasa (3/11/2020). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

"Penutup atap dikirim dari pabrik sekitar tanggal 30 Desember 2020.

Karena keterlambatan, pihak pengembang mengajukan perpanjaangan waktu dua pekan. 

"Karena hak itu, dan tidak sesuai dengan waktu kontrak, maka rekanan dikenai denda," paparnya. 

Satrio menambahkan, dari total Rp 15,5 miliar, pembangunan Gor Indoor menghabiskan Rp 13,6 miliar. 

"Sampai saat ini kami masih menghitung progresnya, karena ada perpanjang kontrak hingga melampaui tahun anggaran,” tambahnya.

(bud) 

Penulis: budi susanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved