Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Jumlah Anggota Polda Jateng yang Dipecat Tahun 2020 Meningkat 2 Kali Lipat

Jumlah personel kepolisian dilingkungan Polda Jateng yang tersandung masalah dan mendapat hukuman Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH)  meningkat.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kapolda Jateng, Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi (Tengah) didampingi Wakapolda Jateng, Brigjen. Pol. Abiyoso Seno Aji (Kiri), dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar Fitriana Sutisna (Kanan) saat menyampaikan Pers Release Akhir Tahun 2020 bertempat di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu (30/12/20). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah personel kepolisian dilingkungan Polda Jateng yang tersandung masalah dan mendapat hukuman Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH)  meningkat. 

Personel yang mengalami PTDH tersebut telah menjalani proses sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada tahun 2020.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menuturkan jumlah personel yang dilakukan PTDH di tahun 2019 berjumlah 7 personel.

Sementara tahun 2020 meningkat menjadi 18 personel yang di PTDH.

"Jadi memang kami mengambil kebijakan nek ono sing apik, ngapain sing elek (kalau ada yang bagus kenapa yang jelek).

Apalagi  dia sudah melakukan tindak pidana dan sudah berkekuatan hukum tetap,"tuturnya, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, dari 18 anggotanya yang terkena PTDH, 11 orang diantaranya melakukan pelanggaran tindak pidana. Secara keseluruhan dari tahun 2019 hingga tahun 2020 dari 19 polisi yang terjerat kasus pidana  13 diantaranya masih menunggu proses banding.  

"Hal ini dalam rangka menjaga kualitas organisasi kami sehingga ke depan tidak ada lagi, untuk memberi efek jera ke anggota," ujarnya.

Ia menegaskan ada tiga sanksi yang berlaku bagi anggota bermasalah yaitu, permintaan maaf, pemberhentian dengan hormat (PDH) dan PTDH. Pihaknya menekankan bahwa penegakan hukum dilakukan tanpa dengan  melanggar hukum.

"Boleh kita menegakkan hukum tapi tidak boleh dengan cara melanggar hukum," tukasnya.

Sementara itu, data Polda Jawa Tengah menyebutkan secara keseluruhan pada tahun 2020 ada 2.905 kasus pelanggaran yang melibatkan anggota Polri dan PNS Polri. 

Kemudian 2.844 pelanggaran sudah selesai penanganan dan 61 kasus masih berproses. 

Dari 2905 kasus tersebut, 2629 kasus dikenai tindakan disiplin. Kemudian pelanggaran disiplin terdapat 182 kasus yang secara rinci 152 di antaranya sudah tertangani dan 30 kasus masih berproses. 

Lebih lanjut yang terkena kode etik profesi Polri terdapat 83 kasus. 52 kasus diantaranya sudah tertangani dan 31 kasus lain masih berproses.

Terakhir pelanggaran tindak pidana sebanyak 11 kasus yang semuanya sudah selesai penanganannya. (rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved