Breaking News:

Berita Pati

Saiful Arifin Nyatakan Mundur dari Jabatan Ketum Persipa Pati

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Persipa Pati.

Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Persipa Pati. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah forum di Ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Rabu (30/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Persipa Pati.

Pernyataan mengundurkan diri ia sampaikan di hadapan jajaran pengurus Persipa dan perwakilan beberapa Persatuan Sepak Bola (PS), dalam sebuah forum di Ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Rabu (30/12/2020).

Pria yang akrab disapa Safin ini menegaskan, keputusan ini ia ambil bukan akibat tekanan dari pihak mana pun. Melainkan semata-mata bentuk pertanggungjawaban atas kegagalannya memenuhi janji untuk membawa Persipa Pati naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2.

Selain itu, ia juga menyadari bahwa tidak elok bagi dirinya untuk menduduki jabatan di dua klub sepak bola sekaligus.

Sebab, sebagaimana diketahui, ia baru saja mengakuisisi klub Liga 2, Putra Sinar Giri (PSG) Gresik dan memboyongnya ke Pati dengan nama Putra Safin Group (PSG) Pati.

“Secara pribadi saya merasa ini kegagalan saya. Saya bertanggungjawab, mulai saat ini dengan segala hormat saya mengundurkan diri dari jabatan ketua umum Persipa, dan saya serahkan ke wakil ketua,” ucap dia.

Safin memohon maaf pada khalayak sepak bola Kabupaten Pati karena janjinya untuk membawa Persipa naik kasta gagal terwujud.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa itu bukan disebabkan pengelolaan yang buruk, melainkan karena kondisi dan momentum yang tidak tepat.

Sebagaimana diketahui, Liga 3 pada 2020 ini tidak digulirkan akibat pandemi Covid-19. Padahal, Safin telah mempersiapkan skuad Persipa secara matang, termasuk mendatangkan pelatih kenamaan Kas Hartadi. Para pemain pun telah direkrut.

“Tapi kita tidak bisa melanjutkan kompetisi akibat terganjal regulasi. Sampai kita menunggu kompetisi Jateng pun, ternyata tidak jadi diputar. Akhirnya tim terpaksa dibubarkan dengan membawa kekecewaan kita semua,” papar dia.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved