Breaking News:

Berita Wonogiri

Polres Wonogiri Gelar Konferensi Pers Kasus Selama Tahun 2020, Ini Hasilnya

Polres Wonogiri menggelar konferensi pers selama 2020 di halaman Mapolres Kamis (31/12/2020) pukul 10.00.

Istimewa
Konferensi pers kasus selama 2020 di Mapolres Wonogiri, Kamis (31/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Polres Wonogiri menggelar konferensi pers selama 2020 di halaman Mapolres Kamis (31/12/2020) pukul 10.00.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang. Di wilayah Wonogiri tercatat terdapat 128 tindak pidana selama 2020. Sedangkan pada 2019 tercatat ada 175 tindak pidana. 

Kapolres Wonogiri mengatakan, dibandingkan tahun lalu ada penurunan angka kriminalitas di wilayah Wonogiri. Itu tidak lepas dari upaya preemtif dan preventif yang dilakukan jajaran Polres Wonogiri dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Lebih lanjut, terkait penyelesaian kasus, kepolisian berhasil menyelesaikan sebanyak 132 kasus pada tahun 2019 tercatat dan 115 kasus pada 2020.

"Pada tahun 2019 tercatat 74,2 persen penyelesaian kasus, dan pada tahun 2020 tercatat 93,5 persen. Peningkatan ini berkat kerja keras jajaran Satreskrim dan Sat Narkoba dalam menyelesaikan pelaporan dari masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, dari sekian kasus yang ditangani jajaran Polres Wonogiri selama 2020, jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus illegal logging di wilayah Kecamatan Eromoko.

"Pelaku sebanyak 4 orang telah diamankan di Mapolres Wonogiri guna penyelidikan lebih lanjut. Mereka terdiri dari pembeli, penebang, perantara dan pengangkut," ujarnya.

Keempat tersangka berhasil ditangkap di kawasan Dusun Sendang Rejo RT 4/1 Desa Gondang Sari Kecamatan Eromoko pada Kamis (24/12/2020). Dia menjelaskan, anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah truk, 55 potong kayu jenis Sono Keling dan satu gergaji tangan.

"Para pelaku diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan menyebabkan kerugian negara sekitar 150 juta rupiah atas perbuatan illegal logging di hutan milik Perhutani," jelas AKBP Christian Tobing.

Di sisi lain, jajaran Satreskrim juga berhasil menangkap Gento, seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus persetubuhan anak di bawah umur. Kasus tersebut terjadi pada tahun 2018 di sebuah gubuk di area persawahan di Dusun Watugupit Desa Gebang Kecamatan Nguntoronadi. Korban FN (17) adalah warga Kecamatan Nguntoronadi.

Kapolres Wonogiri menuturkan, pelaku diancam dengan pasal 81 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016.

"Ada total 5 pelaku, 4 diantaranya telah diproses dan sudah divonis, Gento adalah DPO selama 2 tahun, dia berhasil ditangkap di rumahnya," jelasnya.

Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian luar dan pakaian dalam korban serta sebuah sepeda motor Suzuki A 100 warna hijau. Pelaku diancam dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu Satgas Pangan juga berhasil mengungkap kasus pemalsuan garam beryodium di Kecamatan Slogohimo dan pemalsuan pupuk palsu di Kecamatan Jatipurno. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved