Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Penutupan Objek Wisata Guci 2 Hari Lancar, Hasib: Pengunjung Seimbang Luar atau Sekitar Kab Tegal

Penutupan objek wisata Guci pada tanggal 30-31 Desember 2020 mulai pukul 17.00 WIB sampai 06.00 WIB berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
IST
Suasana di objek wisata Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu (3/1/2021). Terlihat petugas sedang menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan yang akan memasuki kawasan wisata. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penutupan objek wisata Guci pada tanggal 30-31 Desember 2020 mulai pukul 17.00 WIB sampai 06.00 WIB berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Hal ini, menurut Kepala UPTD Objek Wisata Guci, Ahmad Hasib, karena pihaknya sudah memberikan informasi dan sosialisasi kepada agen travel terkait rencana penutupan tersebut.

Sehingga kebanyakan dari pengunjung sudah mengantisipasi, dan pengelola objek wisata Guci juga berkoordinasi dengan Polres Tegal untuk melakukan pengamanan.

Tujuannya supaya tidak terjadi antrean kendaraan yang dapat menimbulkan kerumunan.

"Alhamdulillah penutupan kemarin berjalan lancar tanpa kendala apapun.

Pengunjung juga memaklumi dan petugas disini juga selalu stanby untuk mengatur lalu lintas, sampai wisata Guci buka kembali pada Jumat (1/1/2021) kemarin semuanya berjalan lancar," kata Hasib, pada Tribunjateng.com, Minggu (3/1/2021). 

Ditanya mengenai jumlah pengunjung, Hasib mengaku untuk data per tanggal 1 januari 2021 ia belum mendapat laporan pasti berapa jumlah pengunjungnya. 

Namun untuk data jumlah pengunjung sebelum tahun baru tepatnya tanggal 27-28 Desember 2020, jumlah pengunjung sekitar 2.700 sampai 2.800 orang. 

"Dengan kondisi penutupan saat jelang tahun baru, membuat masyarakat yang berkunjung ke objek wisata Guci seimbang.

Jadi antara warga lokal (Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes) seimbang dengan yang dari luar kota.

Persentase nya jika dulu 70 persen dari luar kota dan 30 persen warga lokal, saat ini 50 persen warga lokal dan 50 persen luar kota," jelas Hasib.

Hasib menambahkan, pada tanggal 1 Januari 2021 kemarin ada satu pengunjung yang harus dibawa ke klinik kesehatan karena mengalami gejala sesak nafas.

Namun setelah diperiksa ternyata bukan mengarah ke Covid-19, melainkan yang bersangkutan memiliki sakit asma. Jadi karena cuaca di Guci dingin, sehingga pernafasannya terganggu.

"Langsung kami bawa ke Puskesmas Bojong tapi yang bersangkutan memang punya riwayat sakit asma.

Kami disini juga ada tim dari PMI yang siaga dan ada pos kesehatan Guci.

Jadi semisal ada pengunjung yang mungkin sakit atau keluhan lainnya bisa diperiksa dulu di tempat tersebut," imbuhnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved