Breaking News:

Liga 1

Di Hadapan Komisi E DPRD Jateng, CEO PSIS Yoyok Janji Penuhi Kekurangan Pembangunan Stadion Jatidiri

Suporter PSIS Semarang, Panser Biru, menyuarakan keinginan mereka untuk kembali ke Stadion Jatidiri.

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Suasana audiensi suporter dan manajemen PSIS dengan Komisi E DPRD Jateng di ruang rapat komisi Gedung Berlian DPRD Jateng 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Suporter tim sepak bola PSIS Semarang, Panser Biru menyuarakan keinginan mereka untuk kembali ke Stadion Jatidiri di hadapan pimpinan dan anggota Komisi E (Bidang Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi atau belum jadi, 2021, PSIS harus kembali ke Jatidiri," kata Sekretaris Umum (Sekum) DPP Panser Biru, Toby Putra Mahendra saat beraudiensi dengan Komisi E di Ruang Rapat Komisi Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (4/1/2021).

Beberapa perwakilan Panser Biru datang dengan didampingi CEO PSIS, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi.

Toby menuturkan sudah sekitar tiga tahun fans fanatik PSIS Semarang itu harus bertandang ke Stadion Moch Soebroto Magelang.

Sepanjang rentang waktu itu, beberapa suporter menjadi korban semisal kecelakaan di jalan saat hendak menonton dan mendukung tim kesayangannya.

Sudah terlalu lama PSIS tidak berlaga di kampung halaman sendiri. Karena itu, 2021 ini merupakan momen kembalinya PSIS ke Jatidiri yang berada di Semarang.

Bagaimana dengan Stadion Citarum? Menurutnya, stadion yang dikelola Pemerintah Kota Semarang itu tidak bisa menampung jumlah suporter PSIS dalam satu laga.

"Jarak Semarang ke Magelang itu cukup jauh, tapi stadion full. Citarum juga nggak bakal muat. Kendal pun sama. Mbok tak silihi (dipinjami stadionnya)," ujarnya.

Ia berharap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengizinkan PSIS untuk menempati Jatidiri. Jika ada tahap pembangunan yang belum selesai, pihaknya akan berbicara kepada manajemen untuk dilengkapi agar sesuai standar FIFA dan PSSI.

"Seharusnya Pak Gubernur mudeng (mafhum) keinginan rakyat. Pasang spanduk sudah dilakukan, karangan bunga dilakukan, audiensi Disporapar (Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata) Jateng dilakukan, hari ini dengan Komisi E. Yen Pak Gub jik nggak mudeng mbangeti (kalau gubernur tidak paham, kebengetan)," ujarnya.

Jika aspirasi mereka tidak didengar serta tidak ada jawaban dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pihaknya berjanji akan turun aksi ke jalan pada 11 Januari besok.

Sementara, CEO PSIS, Yoyok Sukawi, mengatakan Jatidiri minimal bisa digunakan terlebih dahulu meskipun belum rampung seratus persen. Jika ada kekurangan dalam pembangunan, pihaknya siap membantu.

"Seperti halnya Citarum saya meminta izin ke Pak Wali Kota Semarang, tapi katanya harus ada perbaikan, ya kami perbaiki dan kami sewa. Di Stadion Moch Soebroto juga seperti itu, bahkan kami menghibahkan bantuan kami itu. Di Jatidiri kalau ada kekurangan biar tidak membebankan pemprov, manajemen bisa bantu. Daripada tidak dipakai pada 2021, boleh donk kami pakai," katanya di hadapan dewan.

Menurutnya, meskipun Jatidiri belum selesai seratus persen, namun stadion yang ada sudah bisa dipakai terlebih dahulu. Lantaran kompleks Jatidiri tidak hanya stadion sepak bola, namun juga lapangan atau arena cabang olahraga lain.

Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin menguasai Jatidiri atau ada kepentingan lain. Kepentingannya murni karena aspirasi dari para suporter dan manajemen yang ingin PSIS kembali ke Jatidiri.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved