Breaking News:

Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Sebut 5 Isu soal Penetapan Tersangka dan Penahanan

Gugatan praperadilan Rizieq terkait dengan penetapan tersangka tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan covid-19.

Editor: Vito
Tribunnews.com/Jeprima
Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar sidang perdana gugatan praperadilan terkait dengan penetapan tersangka, penangkapan, dan penahanan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab, Senin (4/1).

Dalam permohonan praperadilan itu ada tiga Termohon. Ketiganya yakni Penyidik Polda Metro Jaya cq Kepala Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya cq Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagai Termohon I, Kapolda Metro Jaya sebagai Termohon II, dan Kapolri sebagai Termohon III.

Gugatan praperadilan Rizieq berawal saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan covid-19 setelah menggelar resepsi pernikahan putrinya dan acara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan Jakarta Pusat tahun lalu.

Rizieq Shihab melalui tim kuasa hukumnya kemudian melayangkan gugatan praperadilan atas kasus kerumunan yang dimaksud pada 15 Desember 2020.

Ada lima isu besar yang melatarbelakangi Rizieq melayangkan gugatan praperadilan atas penahanannya oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Isu pertama terjadi kekaburan penyelidikan dan penyidikan. Dalam hal ini, kuasa hukum Rizieq menilai ada inkonsistensi dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus kerumunan di Petamburan.

Pertama, menyangkut tentang Laporan Polisi Nomor : LP/1304/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 25 November 2020, yang sebelumnya tidak ada dalam tahap penyelidikan.

Sementara itu, penyelidikan didasarkan dengan adanya Laporan Informasi Nomor: LI/279/XI/2020/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 15 November 2020.

Kedua, locus delicti pada tahap penyelidikan disebutkan Jalan Paksi Petamburan III, Tanah Abang Jakarta Pusat dengan tempus delicti tanggal 14 November 2020. Ternyata pada tahap penyidikan disebutkan locus delicti dan tempus delicti yang berbeda.

Locus delicti menunjuk Jalan Tebet Utara 2B, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dan Jalan KS Tubun, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan tempus delicti pada tanggal 13 dan 14 November 2020.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved