Breaking News:

Berita Tegal

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal, Sasaran Awal untuk 6.990 Tenaga Kesehatan

Rencana vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal sudah masuk tahap pendataan.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Rencana vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tegal sudah masuk tahap pendataan, sasaran pertama yaitu tenaga kesehatan yang berjumlah sebanyak 6.990 calon penerima vaksinasi gratis, Senin (4/1/2021). 

Adapun dari jumlah 6.990 orang tersebut tersebar di 29 Puskesmas, 9 Rumah Sakit, dan 40 klinik di wilayah Kabupaten Tegal.

Namun, sesuai penuturan Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, jumlah calon penerima vaksinasi bisa berubah menyesuaikan pendataan yang ada nanti, sehingga bisa saja jumlahnya bertambah.

"Angka ini bisa bertambah seiring berjalannya waktu. Namun data 6.990 tenaga kesehatan sudah kami setorkan ke Kementerian Kesehatan untuk menerima vaksin," tutur Hendadi, saat ditemui di kantornya, Senin (4/1/2021) sore. 

Hendadi mengatakan vaksin yang akan diterima merupakan jenis vaksin sinovac. 

Selain memprioritaskan untuk tenaga kesehatan, vaksinasi tahap pertama ini juga diperuntukkan bagi mereka yang bekerja di fasilitas kesehatan seperti petugas gizi, petugas kebersihan, dan penjaga malam.

Ditanya kapan rencana vaksinasi berlangsung, Hendadi menyampaikan dirinya masih menunggu perintah dari Kementerian Kesehatan. 

"Tetapi informasi yang kami terima akan dilakukan pada 22 Januari 2020 mendatang. Namun untuk kepastiannya kami masih menunggu perintah. Saat ini vaksin tersebut sudah tiba di provinsi, ketika ada perintah untuk diambil kami sudah siap dan nantinya vaksin itu disimpan di wadah pendingin khusus yang disimpan di gudang farmasi Dinkes Kabupaten Tegal," terangnya. 

Hendadi mengungkapkan, vaksinasi akan dilakukan di 29 puskesmas dan beberapa rumah sakit, serta klinik Polres Tegal.  Adapun petugas yang melakukan vaksinasi adalah dokter dan perawat yang sudah dilatih khusus.

"Pemberian vaksin dilakukan dua kali dalam rentang dua minggu. Sebelum divaksin, calon penerima vaksin harus mengecek kondisi kesehatannya serta harus memenuhi syarat. Seperti umur 18 sampai 59 tahun, tidak mengalami atau sedang sakit berat, tidak sedang hamil, tidak memiliki alergi berat, tidak memiliki riwayat gangguan syaraf, tidak ada kelainan penyakit berat di antaranya diabetes, ginjal, hati dan jantung," jelas Hendadi.

Hendadi menambahkan, setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan, selanjutnya akan dilakukan vaksinasi untuk petugas pelayanan publik, serta masyarakat umum. 

Perlu diingat, vaksinasi ini ada masa berlakunya. Dengan kata lain meski sudah divaksin, bukan berarti sudah aman dari virus Covid-19. Sehingga protokol kesehatan 3M masih wajib untuk diterapkan. 

Vaksinasi untuk pencegahan penularan Covid-19 ini, sesuai beberapa penelitian antibodi yang dibentuk oleh vaksin ini ada yang mengatakan bisa bertahan 4 bulan, 1 tahun, 2 tahun, bahkan 3 tahun. 

Nantinya menurut Hendadi ada rilis resmi dari Pemerintah tentang berapa lama vaksin bisa melindungi dari penularan Covid-19. 

"Selain vaksin, hal yang tidak kalah penting yaitu tetap menerapkan prokes 3M (memakai masker, menjaga jarak, dam mencuci tangan dengan sabun). Ini bisa disebut sebagai upaya terakhir. Maka saya ingatkan, setelah divaksin bukan berarti masyarakat bebas tidak mengenakan masker, berkerumun, dan lain sebagainya. Harus tetap mematuhi prokes 3M, karena efektivitas vaksin juga tidak 100 persen melainkan 80-90 persen," pesan Hendadi. (*) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved