Breaking News:

Australia Minta RI Jaminan Abu Bakar Ba'asyir Tak Picu Teror Lagi

Australia meminta Indonesia dapat memastikan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, tidak akan menimbulkan ancaman terorisme di masa depan.

Istimewa/ Tribunnews
Abu Bakar Ba'asyir 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Australia meminta Indonesia dapat memastikan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, tidak akan menimbulkan ancaman terorisme di masa depan ketika dibebaskan pada Jumat (8/1), pekan ini.

Ba'asyir disebut telah menjalani masa tahanan selama 15 tahun, dikurangi remisi 55 bulan sejak 2010.

"Kedutaan kami di Jakarta telah menjelaskan keprihatinan kami bahwa orang-orang seperti itu (Ba'asyir-Red) harus dicegah, sehingga tidak menghasut orang lain untuk melakukan serangan di masa depan terhadap warga sipil yang tidak bersalah," kata Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, melalui sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/1).

Ba'asyir divonis penjara pada 16 Juni 2011 lalu dengan hukuman 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia terbukti terlibat dalam tindak pidana terorisme. Ia terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh.

Ba'asyir merupakan pemimpin spiritual Jemaah Islamiah (JI) yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Ia disebut dalang dibalik peristiwa Bom Bali yang menewaskan 200 orang, termasuk warga Australia.

Kelompok JI juga dituduh mengatur serangan bom di Hotel J.W Marriot, Jakarta, pada 2003 silam yang menewaskan 12 orang.

Pada Maret 2005 Ba'asyir dinyatakan bersalah dan divonis 2,5 tahun penjara atas konspirasi serangan bom Bali 2002. Ia sempat diduga terlibat dalam serangan bom Bali II, tetapi tak terbukti. Ba'asyir kemudian bebas pada 2006.

Di Malaysia, nama Ba'asyir ramai disebut terlibat banyak dengan gerakan organisasi radikal, bahkan konon terafiliasi dengan Al-Qaeda. Meski ia menolak, nama Ba'asyir masuk ke dalam laporan badan intelijen Amerika Serikat (CIA). (cnn)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved