Breaking News:

Berita Batang

Capai Target 2020, BPN Batang Selesaikan 25.001 Sertifikat Program PTSL

BPN Batang telah menyelesaikan 25.001 sertfikat program PTSL sesuai dengan target tahun 2020.

Istimewa
Kepala Kantor BPN Batang Muhammad Hatta serahkan sertifikat aset Pemkab Batang kepada Bupati Wihaji, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Batang telah menyelesaikan 25.001 sertfikat program PTSL sesuai dengan target yang telah ditentukan pada tahun 2020.

Kepala Kantor BPN Batang, Mohammad Hatta mengatakan terakhir yang diserahkan hari ini sebanyak 1.339 sertifikat yang diserahkkan secara simbolis sebanyak 30 sertifikat.

"Tugas program PTSL tahun  2020 sudah selesai, untuk target PTSL tahun 2021 di Kabupaten Batang sebanyak 71 ribu sertifikat," ujarnya,  Selasa (5/1/2121).

Menurutnya, target 71 ribu butuh persiapan SDM yang memadai. 

"Oleh karena itu dipertengahan Januari mulai kita sosialisasikan kami juga mohon dukungan bupati ikut mensosialisasikan di 52 desa yang menjadi terget,” tuturnya. 

Muhammad Hatta juga menyampaikan, ada sekitar 210 ribu bidang tanah di Kabupaten Batang yang belum bersertifikat. 

Pihaknya pun menarget akan selesai di tahun 2024. 

“Semoga saja target PTSL sampai tahun 2024 sama seperti tahun 2021, sehingga 210 bidang tanah bisa selesai sesuai target kita,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, BPN juga menyerahkan sebanyak 101 sertifikat tanah milik aset Pemkab Batang

“Tahun 2021 kita targetkan aset Pemkab, Kejaksaan, Kodim dan Polres untuk bisa disertifikatkan,” katanya.

Dia menambahkan setelah berkoordinasi dengan Sekda Batang, untuk anggaran sertifikat aset Pemkab sangat terbatas. 

“Oleh karena itu, saya sarankan bagian aset Pemkab untuk berkordinasi dengan kantor BPN, semoga di 52 desa yang menjadi target PTSL ada aset Pemkab, karena kalau masuk wilayah PTSL untuk biayanya gratis,” imbuhnya. 

Sementara itu Bupati Batang Wihaji, mengatakan siap membantu BPN untuk mensukseskan targetnya, karena hal itu merupakan bagian dari pelayanan masyarakat. 

“Ini bagian dari solusi, minimal setelah masyarakat mendapatkan sertifikat untuk agunan bank bisa untuk tambah modal usaha,” pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved