Breaking News:

Covid-19 Mengganas, 1 Warga AS Meninggal Tiap 33 Detik

AS mencatat rata-rata 2.637 kematian setiap hari akibat virus corona. Itu artinya, rata-rata terdapat satu kematian karena corona setiap 33 detik.

Editor: Vito
SHUTTERSTOCK/peterschreiber.media
Ilustrasi varian baru virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Wabah covid-19 masih terus menghantui masyarakat dunia, bahkan makin mengganas. Di Amerika Serikat (AS) misalnya yang sekarang menghadapi tantangan baru mengejutkan dalam perang melawan virus corona.

CNN melaporkan, selama seminggu terakhir, AS mencatat rata-rata 2.637 kematian setiap hari akibat virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins. Itu artinya, rata-rata terdapat satu kematian karena corona setiap 33 detik dalam sehari.

Desember 2020 adalah bulan paling mematikan dari pandemi covid-19 di AS, dengan sebanyak 77.572 nyawa melayang. Tingkat kematian cenderung meningkat seiring dengan kenaikan kasus infeksi baru dan rawat inap.

Pada Minggu (3/1), lebih banyak orang dirawat di rumah sakit dengan covid-19 daripada hari lain dalam pandemi ini, menurut data the Covid Tracking Project.

AS rata-rata mengalami 213.437 kasus infeksi baru corona setiap hari selama seminggu terakhir, sebagian besar dipicu faktor liburan, kata para ahli kesehatan.

Jumlah itu kemungkinan akan terus meningkat, karena Badan Keamanan Transportasi AS telah memeriksa lebih dari 1,3 juta pelancong pada hari Minggu lalu.

Dokter sekarang khawatir penyebaran covid-19 yang merajalela itu akan mendorong lebih banyak rumah sakit melampaui kapasitas, dan menyebabkan lebih banyak kematian karena peluncuran vaksin corona terhambat.

Sekitar 15,4 juta dosis vaksin corona telah didistribusikan di AS, tetapi hanya 4,5 juta orang yang telah menerima dosis pertama mereka, demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Senin (4/1). Jumlah itu jauh dari apa yang diharapkan para pejabat sekarang, dan itu berarti untuk mencapai herd immunity masih beberapa bulan lagi.

"Untuk membantu mempercepat vaksinasi, AS mungkin mulai memberikan setengah dosis vaksin covid-19 Moderna kepada orang-orang berusia 18 tahun hingga 55 tahun, yang dapat membuat vaksin tersedia untuk dua kali lebih banyak orang dalam kelompok usia tersebut," kata Moncef Slaoui, Kepala Penasihat vaksinasi di Federal Operation Warp Speed.

Menurut dia, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akan bertemu minggu ini untuk mempertimbangkan kemungkinan pemberian vaksin setengah dosis itu.

"Keputusan untuk memotong setengah dosis saat ini 100 mikrogram, dengan setengah dosis lagi 28 hari kemudian, pada akhirnya tergantung pada FDA," ujarnya.

Tidak semua orang menyukai gagasan memotong setengah dosis vaksin corona. Dr Paul Offit, anggota komite penasehat vaksin FDA, menyatakan, memberikan setengah dosis vaksin adalah ide yang buruk.

"Tidak ada data tentang kemanjuran setengah dosis. Jika Anda menggunakan setengah dosis, Anda hanya mengada-ada. Anda hanya berharap Anda benar," ucap dokter spesialis penyakit menular di Universitas Pennsylvania itu.

Dr. Jonathan Reiner, seorang profesor kedokteran di Universitas George Washington juga tidak setuju dengan gagasan itu.

“Kami memiliki sekitar 13 juta dosis yang telah dikirim ke negara bagian, dan hanya hampir 4 juta dosis yang telah disalahgunakan. Jadi hambatannya bukanlah kurangnya ketersediaan vaksin. Hambatan sebenarnya adalah logistik vaksinasi orang di negara ini," paparnya. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved