Breaking News:

Covid-19 Mengganas, Inggris Lockdown Ketiga Kalinya

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali mengumumkan lockdown covid-19 terbaru ketiga yang berlaku secara nasional di Inggris pada Senin (4/1).

kompas.com
Ilustrasi virus covid-19 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Semakin mengganasnya covid-19 membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali mengumumkan lockdown covid-19 terbaru ketiga yang berlaku secara nasional di Inggris pada Senin (4/1) waktu setempat.

Ia menginstruksikan warganya untuk tinggal di rumah guna memutus mata rantai penyebaran varian baru virus corona yang lebih menular.

"Oleh karena itu kita harus masuk ke lockdown nasional, yang cukup sulit untuk menahan varian ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda untuk tinggal di rumah," katanya, dalam siaran televisi, seperti dilansir Reuters, Selasa (5/1).

Pengumuman itu datang hanya beberapa jam setelah pemerintah memuji keberhasilan Inggris menjadi negara pertama yang mulai meluncurkan vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca untuk melawan covid-19.

Johnson mengatakan, varian baru yang lebih menular dari virus corona pertama kali diidentifikasi di Inggris, dan sekarang hadir di banyak negara lain menyebar dengan kecepatan tinggi dan tindakan segera diperlukan untuk memperlambatnya.

"Ketika saya berbicara kepada Anda malam ini, rumah sakit kita berada di bawah tekanan lebih dari covid dibanding awal pandemi, dengan sebagian besar negara sudah berada di bawah langkah-langkah ekstrem. Jelas bahwa kita perlu berbuat lebih banyak bersama untuk membawa varian baru ini terkendali," tandasnya.

Toko-toko dan perhotelan yang tidak penting harus tetap tutup, sementara sekolah dasar dan menengah akan tutup mulai Selasa (5/1) untuk semua murid.

Johnson mengungkapkan, jika vaksinasi berjalan sesuai rencana dan jumlah kasus kematian menurun sesuai harapan seiring dengan langkah-langkah penguncian, maka lockdown itu akan berakhir pada pertengahan Februari.

Namun, ia mendesak kehati-hatian, dan mengimbau kepada semua orang untuk mematuhi aturan.

Lebih dari 75 ribu orang di Britania Raya telah meninggal akibat covid-19 dalam waktu 28 hari, sejak dimulainya pandemi. Rekor 58.784 kasus baru virus corona dilaporkan pada hari Senin (4/1).

Pihak berwenang di Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara semuanya telah mengambil tindakan serupa, dan membuat Inggris secara keseluruhan terkunci.

Bergerak beberapa jam setelah Johnson, Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon memberlakukan lockdown paling ketat untuk Skotlandia sejak musim semi lalu.

Pemerintahan yang berpusat di Wales mengatakan, semua sekolah dan perguruan tinggi di sana harus pindah ke pembelajaran online sampai 18 Januari. (Kontan.co.id)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved