Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Cuaca Ekstrem di Semarang Bikin Durian Rontok, Kelengkeng dan Sawo Raksasa Siap Panen Raya

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang akhir-akhir ini tak menjadi mimpi buruk bagi para petani buah di Kota Semarang. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang akhir-akhir ini tak menjadi mimpi buruk bagi para petani buah di Kota Semarang. 

Seperti yang dialami petani buah di Wonolopo, Mijen, Ismanto. 

"Memang beberapa minggu terakhir cuaca buruk melanda Kota Semarang namun kondisi tanaman buah tetap terawat," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (5/1/2021).

Tanaman buah miliknya yakni kelengkeng, sawo raksasa, dan alpukat. 

Tanaman tersebut dari bibit unggulan yang sudah terbukti mampu bertahan di cuaca ekstrem. 

"Jadi tak ada masalah ketika cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda Kota Semarang," jelasnya. 

Bahkan, kata dia, sekira dua bulan lagi atau awal Maret pihaknya akan melakukan panen raya

"Kami bakal panen raya di lahan 1 hektar yang dibagi dua tanaman masing-masing kelengkeng  dan sawo raksasa," bebernya. 

Menyoal pemasaran, kata dia, sudah tak khawatir lagi. 

Sebab pangsa pasar buah di Kota Semarang sangat menggiurkan. 

Apalagi dia melakukan sistem pemasaran dengan cara dua minggu sebelum panen akan dilakukan pre-order.

Seperti panen sebelumnya, ketika panen raya tersebut ludes dipesan pembeli di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. 

"Kami perkirakan pendapatan kotor Rp 150 juta dari penjualan buah tersebut berat total 5 ton," katanya. 

Dia mengaku, kendala yang masih dialaminya sebagai petani buah yakni terkait lahan yang terbatas. 

Dia menilai, dari peluang pasar atau permintaan konsumen masih terbuka lebar oleh petani Semarang. 

Sayangnya, di tengah lahan terbatas saat ini banyak lahan yang difungsikan sebagai perumahan terutama di wilayah Mijen dan Gunungpati. 

"Dua wilayah Kecamatan tersebut sudah digadang sebagai kawasan pengembangan pertanian Kota Semarang namun juga dilirik oleh para pemodal besar dibidang properti," ujarnya. 

Dia menambahkan, Pemkot Semarang mungkin bisa menggandeng para petani untuk menggarap lahan tidur yang potensial digarap oleh petani buah. 

"Mungkin ada lahan tidur yang bisa digarap petani buah tentu kami mau untuk diajak bekerjasama," imbuhnya. 

Di sisi lain, petani durian di Kota Semarang diprediksi mengalami penurunan produksi buah lantaran cuaca ekstrem. 

Ketua Asosiasi Petani Konservasi Kota Semarang, Tumidiarso menjelaskan, curah hujan tinggi yang masih kerap terjadi membuat produksi buah durian di Sentra Durian Gunungpati alami penurunan.

Menurutnya, penurunan produksi durian diperkirakannya lebih dari 70 persen.

"Turunnya jauh disebabkan karena cuaca  masih hujan lebat disertai angin. 

Akibatnya bakal buah durian banyak yang rontok. 

Lantas menyebabkan produksi rendah karena gagal panen," bebernya. 

Dia menyebut, ketika kondisi cuaca  mendukung, satu pohon durian bisa menghasilkan 20 hingga 30 buah. 

Ketika cuaca seperti ini, satu pohon hanya bisa berbuah 4 hingga 6 buah saja.

"Jadi produksi musim durian kali ini tentu turun drastis," katanya.

Selain itu, lanjut dia, musim durian mundur yang biasanya jatuh tiap akhir tahun namun kali ini akan jatuh di Januari sampai Februari. 

"Sekarang ada sekira 2.000 pohon durian yang siap panen," ungkapnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved