Breaking News:

Berita Kudus

Rahasia ‎Kemenangan Siswa SMK RUS Kudus Juara Nasional 3D Game Art

Siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus, Ilham Aditya Pratama (17), memperoleh juara nasional 3D Game Art.

Istimewa
Karya Siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus, Ilham Aditya Pratama (17), memperoleh juara nasional Lomba Keterampilan Siswa (LKS) 3D Game Art pada bulan Oktober 2020 lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus, Ilham Aditya Pratama (17), memperoleh juara nasional Lomba Keterampilan Siswa (LKS) 3D Game Art pada bulan Oktober 2020 lalu.

Pelaksanaan kompetisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut diselenggarakan secara daring pada tanggal 18-24 Oktober 2020.

Ilham menceritakan, ide membuat karakter tiga dimensi ‎itu karena kesukaannya bermain game.

Sehingga dia tertarik untuk membuat karakter 3D Game Art terse‎but.

‎"Daripada animasi, saya lebih suka membuat 3D Game Art," ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Dia menceritakan, untuk membuat desain tiga dimensi itu dilaksanakan di rumah secara online.

Setiap peserta, kata dia, hanya bisa melakukan desain pada saat waktu yang ditentukan panitianya.

"Jadi harus melakukan desain online, nggak bisa offline walaupun mengerjakannya dari rumah," ucap‎ pria kelahiran Kudus, 4 Juli 2003.

Ilham menceritakan pada hari pertama, dia harus membuat desain selama lima jam.

Kemudian hari kedua lima jam, dan hari ketiga tujuh jam.

"Jadi totalnya untuk menyelesaikan desain 3D Game Art dalam kompetisi ini 17 jam," ucapnya.

‎Panitia menawarkan tiga karakter desain yang bisa dipilih masing-masing peserta yakni tank, fighter dan healer.

Kemudian Ilham memilih untuk membuat desain fighter yang deskripsi k‎arakternya sudah ditentukan panitia.

"Saya pilih fighter karena lebih suka karakternya.

Pembuatannya juga nggak sulit, kendalanya paling konektivitasnya saja," ucap dia.

Setelah menjuarai kompetisi nasional, Ilham juga mengincar kompetisi internasional yang akan digelar di Shanghai.

"Ya rencananya ikut kompetisi internasional tapi nanti melihat kondisi bagaimana," ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMK RUS Kudus, ‎Fariduddin mendukung terus siswanya untuk mengasah keterampilannya dalam mengikuti beragam kompetisi.

Kendati demikian, pihaknya tidak mematok prestasi pada siswanya untuk meraih sebuah kompetisi.

"Kami tidak hanya mengerjar prestasi, tetapi yang terpenting menciptakan siswa yang dibutuhkan dunia industri," jelas dia.

Pihaknya juga menekankan, untuk menciptakan siswa yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri membuat 70 persen kurikulum tak bisa diterapkan.

"Kami memakai kurikulum berbasis industri sehingga 70 persen kurikulum tidak dipakai. Karena standar kami industri," jelas dia.

(raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved