Breaking News:

Berita Internasional

Saat Manusia Masih Tunggu Giliran, Ratusan Musang di Colorado Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Ketika manusia masih menunggu giliran, musang kaki hitam yang terancam punah di Colorado sudah disuntik vaksin Covid-19.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Musang berkaki hitam (Mustela nigripes). Ratusan musang yang terancam punah ini sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19.(Wikimedia Commons) 

TRIBUNJATENG.COM - Ketika manusia masih menunggu giliran, musang kaki hitam yang terancam punah di Colorado sudah disuntik vaksin Covid-19.

Sebanyak 120 ekor musang (Mustela nigripes) yang pernah dianggap punah telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 eksperimental khusus hewan, demikian dilaporkan Associated Press. 

Musang merupakan binatang yang sangat rentan terhadap kematian akibat SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Baca juga: Mbah Margono Solo Hilang, Tetangga Dengar Suara Rintihan, Ternyata Terjepit di Sela Rumah

Baca juga: Sedang Belanja di Toko, Mahasiswa AS Ini Tiba-Tiba Ditawari Suntik Vaksin Covid-19 secara Acak

Baca juga: Ancaman Irjen Pol Ahmad Luthfi Kapolda Jateng Jika Ada Kerumunan Penjemput Abu Bakar Baasyir

Baca juga: Jangan Mau Masuk Terminal Terboyo Semarang Lagi, Banyak Preman dan Calo Tiket: Pakai Terminal Resmi

Mink, sepupu dekat musang, sebelumnya ditemukan terjangkit virus corona di peternakan bulu dan, yang mengkhawatirkan, di alam liar.

Ini berbahaya karena setiap kali virus menular antara manusia dan hewan, ia memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan mutasi.

"Untuk virus pernapasan yang sangat menular, sangat penting untuk memperhatikan reservoir hewan," kata Corey Casper, ahli vaksinasi dan kepala eksekutif Institut Penelitian Penyakit Menular di Seattle, kepada Colorado Public Radio (CPR).

Dalam buku Epidemiologi (2001) karya Eko Budiarto, reservoir adalah manusia, hewan, tumbuhan, tanah atau zat organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak organisme infeksius.

Sewaktu organisme infeksius berkembang biak dalam reservoir, mereka melakukannya sedemikian rupa sehingga penyakit dapat ditularkan pada penjamu yang rentan.

"Jika virus kembali ke inang hewan dan bermutasi, atau berubah sedemikian rupa sehingga dapat menginfeksi manusia, maka manusia tidak lagi memiliki kekebalan itu.

Itu membuat saya sangat prihatin," imbuhnya seperti dilansir Live Science, Jumat (1/1/2021).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved